Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Diajeng Berbakat 2024 Jebolan Putri Radar Blitar, Cukup Latihan 5 Hari, Tampilkan Tari Barongan Kucingan

Mila Inka Dewi • Selasa, 19 Maret 2024 | 15:27 WIB
TALENTA: Juneo Vega Putri Reagan ketika mengikuti kangmas diajeng beberapa waktu lalu.
TALENTA: Juneo Vega Putri Reagan ketika mengikuti kangmas diajeng beberapa waktu lalu.

BLITAR - Lahir dari keluarga seniman membuat, Juneo Vega Putri Reagan memilih menampilkan tarian tradisional dalam seleksi Kangmas Diajeng Kota Blitar 2024. Dengan tari barongan kucingan berhasil membawanya mendapat gelar Diajeng Berbakat 2024. Misinya nguri-nguri budaya lokal.

Memiliki ketertarikan dengan tantangan membuat remaja bernama Juneo Vega Putri Reagan sering mengikuti perlombaan sedari kecil.

Hal itulah yang membuat June -sapaan akrabnya- selalu memandang bahwa Pemilihan Kangmas Diajeng sebagai ajang yang luar biasa. Sehingga, memiliki keinginan besar untuk bisa bergabung dalam paguyuban Kangmas Diajeng Kota Blitar.

“Selain itu sangat ingin bersinergi bersama pemuda-pemuda Kota Blitar yang memiliki minat dan tujuan yang sama dalam hal ini,” jelasnya kepada kepada Jawa Pos Radar Blitar, Senin (18/3/2024).

Dalam prosesnya, bisa dikatakan sedikit menantang. Pasalnya, selama audisi hingga malam grand final, warga Keluraban/Kecamatan Kepanjenkidul ini harus tetap bisa membagi waktu di setiap kegiatan. Antara sekolah dan persiapan setiap tahap seleksi.

“Saya sangat bersyukur karena memiliki orang tua, keluarga, teman-teman, maupun orang sekitar yang sangat supportive. Tanpa doa dan dukungan dari mereka, June belum tentu bisa menjadi June yang sekarang,” ucap remaja 18 tahun ini.

Sebelum didapuk sebagai Diajeng Berbakat 2024, dia pernah beberapa kali mengikuti kompetisi peagent atau public speaking.

Pertama kali dalam dunia peagent saat duduk di bangku SD. Saat itu, mendapat penghargaan Putri Radar Blitar Berbakat Kategori Anak Tahun 2013.

Pengalaman itulah yang menjadi pijakan June untuk melaju ke ajang Pemilihan Kangmas Diajeng Cilik 2017.

Momen itu sekaligus mengantarkan June mendapat gelar Diajeng Cilik Favorit 2017. Seiring berjalannya waktu, Dia memiliki minat lebih pada dunia peagent dan public speaking.

Saat duduk dibangku MTsN 1 Kota Blitar, juga berkesempatan menjadi Putri Madsaneba. Selain itu meraih beberapa prestasi dalam perlombaan storytelling dan speech.

Dilanjutkan, dengan kesempatan untuk menjabat sebagai Duta Bertalenta SMAN 3 Blitar pada Tahun 2022 lalu.

Untuk saat ini, Dia turut aktif sebagai MC freelance yang biasanya memandu acara seperti Dies Natalis, pagelaran seni, gathering, dan resepsi pernikahan.

”Seluruh pengalaman tersebut, pastinya menjadi bekal June untuk terus berkembang dan belajar,” bebernya.

Pada saat uji bakat pada serangkaian seleksi tahap 2, June menampilkan Tari Barongan Kucingan. Lahir dari keluarga pecinta seni membuatnya memiliki minat lebih dalam dunia tari. Seperti tari Jaranan, Ganongan, dan Barongan Kucingan.

Hal itu menjadi alasan kuat bagi June untuk menampilkan tarian-tarian tersebut. Tentunya juga menjadi salah satu upaya sebagai generasi muda Kota Blitar untuk nguri-nguri budaya.

Ada sedikit fakta menarik dalam persiapan penampilan bakat June pada ajang Kangmas Diajeng. Saat itu persiapannya dilakukan lima hari sebelum hari seleksi.

Dengan waktu yang cukup singkat untuk mempelajari sebuah tarian baru karena ini adalah pertama kalinya June membawakan Tari Barongan Kucingan.

“Namun lagi - lagi berkat dukungan orang tua dan bantuan dari teman - teman dari Kelompok Jaranan Turonggo Seto Mudo, June bisa memberikan penampilan terbaik di tahap uji bakat,” ungkapnya.

June mengaku terlalu banyak momen yang tak terlupakan dalam proses mengikuti pemilihan. Ada dua momen yang sangat berkesan. Pertama adalah saat berlatih Tari Barongan Kucingan bersama para pelaku seni. Sangat senang mendapat pengalaman baru untuk belajar hal baru.

Kemudian pada masa setelah pengumuman finalis hingga Grand Final. Banyak pengalaman seru di perjalanan menuju Grand Final, saat - saat ini menjadi momen baginya untuk lebih mengenal dekat teman - teman finalis yang lain.

“Selama tiga hari kami juga menjalani karantina di Hotel Tugu, ada banyak kejadian - kejadian menarik lainnya yang tidak bisa diceritakan satu persatu,” tambahnya.

Setelah bergabung dengan payukandi sangat ingin berperan aktif dalam pengembangan dan kemajuan pariwisata dan budaya Kota Blitar sendiri.

Menyampaikan aspirasi dan inovasi untuk Kota Blitar dan berusaha semaksimal mungkin dalam merealisasikan bersama keleuarga Paguyuban Kangmas Diajeng Kota Blitar. ”Besar antusias June untuk perkembangan dan kemajuan Kota Blitar di masa depan menuju Kota Blitar yang lebih KEREN,” pungkasnya.(*/sub)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#tarian tradisional #barongan kucingan #kangmas diajeng Kota Blitar