BLITAR - Kiai Raden Suromenggolo memiliki nama asli Raden Songgolo Yudho. Diperkirakan hidup pada masa pergolakan politik kerajaan Islam.
Tokoh tersebut dimakamkan di Dusun Ngadipuro, Desa Sumberejo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.
Menurut warga sekitar makam, Umiasih, Kiai Suromenggolo merupakan salah satu tokoh yang babad wilayah tersebut.
Pada area makamnya turut dimakamkan ulama bernama Mbah Kiai Toyyib Atmowijdodo dan muridnya bernama Kiai Machsun.
Perempuan berusia 75 tahun itu menjelaskan, keberadaan makam itu sudah lama dan pernah dipugar satu kali. “Sejak saya masih kecil sudah ada, sekarang sudah dibangun lebih bagus,” tandasnya.
Berdasarkan informasi di lapangan, Kiai Raden Suromenggolo hidup pada masa Amangkurat I hingga beberapa generasi berikutnya.
Pada masa itu, pergolakan politik kerajaan Islam Mataram sangat hebat hingga menewaskan lebih dari 6.000 ulama Tembayat dan Kajoran.
Pada masa itu, terjadi perjuangan Pangeran Kajoran, Pangeran Pajang, dan Pangeran Tembayat yang menghancurkan Istana Plered.
Selanjutnya, penghancuran Istana Kartasura menyebabkan Raja Mataram harus berpindah-pindah.
Baca Juga: Mengenal Masjid Minhajussalam, Merupakan Peninggalan Putra Pangeran Diponegoro yang Ada di Blitar
Tulisan pada prasasti di pintu masuk makam menjelaskan bahwa Kiai Toyyib Atmowijdodo merupakan ulama guru makrifat di Dusun Ngadipuro.
“Kurang paham untuk pengajaran makrifatnya, konon beliau ahli pengobatan segala penyakit, dan yang berbau mistis,” jelasnya.(mg3/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila