Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Awas! Bakteri E-coli Penuhi Sungai di Kabupaten Blitar, Dipengaruhi Berbagai Faktor-faktor Ini, Petani Termasuk

Mohammad Syafi'uddin • Jumat, 22 Maret 2024 | 20:05 WIB

 

WISATA AIR: Warga berlama-lama di destinasi wisata Kali Kebo, di Desa Slumbung, Kecamatan Gandusari.
WISATA AIR: Warga berlama-lama di destinasi wisata Kali Kebo, di Desa Slumbung, Kecamatan Gandusari.

BLITAR - Naiknya jumlah peternakan dan kebiasaan petani menggunakan pupuk organik berdampak buruk pada kelestaraian sungai di Bumi Penataran. Beberapa sungai terpapar bakteri e-coli karena kontaminasi limbah. 

Kabid Pengawasan dan Pengendalian Pencemaran Kerusakan Lingkungan Hidup (P3KLH), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabuipaten Blitar, Zaenal Qolis mengatakan, kondisi air di Kabupaten Blitar banyak terkontaminasi.

Hal ini karena berbagai faktor seperti adanya peternakan dan penambangan pasir di Kabupaten Blitar.

“Saat kami mengambil sampel di Sungai Genjong, Desa Plumbangan, Kecamatan Gandusari, e-coli-nya tinggi dan melebihi baku mutu air. Tentu saja e-coli ini merupakan hasil dari pengaruh kotoran,” ujarnya.

Selain Sungai Genjong, ada empat sungai yang juga diuji kualitas airnya. Seperti Kalimanis, Lekso, Abab, dan sungai Tremas.

Sungai yang paling terpapar oleh bakteri limbah itu hanya dua, yakni sungai Genjong di Desa Plumbangan dan Sungai Lekso di Desa Tangil.

Dia menduga tercemarnya dua sungai ini karena kecenderungan petani yang memanfaatkan pupuk kandang sebagai penyubur tanaman.

Menurutnya, ide tersebut tidak sepenuhnya buruk dalam mengolah lahan. Yang dia sayangkan, pupuk yang digunakan masih belum melalui proses perubahan menjadi pupuk, melainkan masih dalam bentuk feses atau kotoran ternak.

“Apalagi ini musim hujan, otomatis pupuk kandang ini juga mengalir ke sungai ketika hujan. Makanya sungai bisa tercemar dan menyebabkan e-coli-nya tinggi,” ujarnya.

Selain karena adanya pemanfaatan pupuk kandang yang salah, penambangan pasar juga turut andil dalam membuat sungai tercemar.

Alasannya, penambangan yang ada di kabupaten sering kali menyebabkan sungai menjadi keruh dan memengaruihi faktor baku mutu air.

“Salah satunya di Sungai Tremas yang ujungnya itu di Sumberasri. Di sana itu hampir semuanya ditambang. Karena adanya penambangan ini, akhirnya sungai keruh,” jelasnya.

Hal ini berdasarkan uji lab yang baru dilaksanakan pada awal Maret tahun ini. Namun, Zaenal belum berani menunjukkan hasil labnya karena belum ada yang asli.

“Saya masih dikasih file-nya, belum yang asli. Namun yang pasti, kami menemukan sungai yang e-coli-nya tinggi dan sudah di ambang batas,” ujarnya. (mg2/c1/hai)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#bakteri e-coli #Kabupaten Blitar #sungai #P3KLH