Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ribuan Anak dan Lansia di Blitar Terpapar ISPA, Dinkes: Penuhi Asupan Gizi Meskipun Ramadan

M. Luki Azhari • Sabtu, 23 Maret 2024 | 21:40 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

BLITAR - Masyarakat di Bumi Bung Karno tak boleh lengah selama musim pancaroba.

Pasalnya, tercatat ribuan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) selama Januari-Februari tahun ini. Kasus paling banyak menyerang anak dan lansia.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian


Penyakit Menular (P3M) Dinkes Kota Blitar, Dissie Laksmonowati Arlini mengungkapkan, dampak penyakit ini memang lebih terasa pada golongan rentan misalnya, balita, anak-anak, dan orang lanjut usia (lansia).

“Penyebabnya bisa terjadi saat perubahan cuaca, lalu polusi, asap rokok dan kendaraan, lingkungan rumah tidak sehat, kepadatan anggota keluarga,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Blitar, Selasa (19/3).

Dinkes mencatat, selama periode Januari-Februari, jumlah kasus ISPA ada 3.631 kasus.

Paling banyak menyerang masyarakat usia 9-60 tahun dengan 1.454 kasus, anak usia 5-6 tahun sebanyak 1.034 kasus, di atas 60 tahun dengan 610 kasus, dan 533 kasus di antaranya menyerang balita.

ISPA merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan atas. Seperti, hidung dan saluran pernapasan paru-paru.

Infeksi ini dipicu berbagai macam virus dan bakteri. Namun, paling banyak disebabkan virus influenza.

”ISPA ini bisa menyerang semua usia. Bisa sampai berat berujung kematian. Tapi tidak ada kasus kematian di wilayah kita. Meskipun pada kenyataannya, ISPA penyakit terbanyak di faskes,” jelasnya.

Penyakit tersebut dapat disembuhkan dengan meningkatkan imunitas tubuh.

Misalnya, dengan mengonsumsi makanan tinggi gizi, menggunakan masker di luar ruangan, menghindari polusi udara, serta menjaga sanitasi.

Balita bisa konsumsi ASI eksklusif sebagai sumber imunitas dan vaksin PVC untuk anak-anak.

Dinkes juga meminta masyarakat segera cek kesehatan di fasyankes atau rumah sakit daerah.

Ini untuk mengetahui tingkat keparahan ISPA dan cara penangannya.

“Penuhi gizi meskipun saat Ramadan. Lalu, berobat,” tandasnya. (luk/c1/sub)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#dinkes #ispa #pancaroba #anak #Kota Blitar