Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sampah Takjil di Blitar Menurun, Minim Aktivitas Jadi Alasan, DLH Sebut Daerah yang Perlu Penanganan Ekstra

Mohammad Syafi'uddin • Minggu, 24 Maret 2024 | 04:36 WIB
Sampah
Sampah

BLITAR - Tingginya perputaran ekonomi selama Ramadan belum dibarengi dengan kesadaran menjaga lingkungan.

Misalnya, penggunaan plastik untuk kemasan dan bungkus takjil. 

Walaupun begitu, dinas lingkungan hidup belum melihat adanya peningkatan produksi sampah yang signifikan selama Ramadan.

Subkoordinator Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blitar, Masna Karimah mengungkapkan, jumlah sampah selama beberapa hari ini tidak terlalu berdampak. 

Menurutnya, minimnya aktivitas makan minum pada siang hari saat puasa menjadi kunci jumlah sampah di lapangan sedikit.

“Karena hal itu, sampah di lapangan tidak berpengaruh banyak pada peningkatan jumlah.

Biasanya, adanya peningkatan volume sampah plastik ini terjadi di perkotaan. Sedangkan di kabupaten seperti tidak terlalu banyak sampah plastik,” ujarnya.

Menurutnya, daerah-daerah ramai seperti Srengat, Kesamben, Talun, Sutojayan, dan Kanigoro merupakan wilayah-wilayah yang butuh penanganan intensif petugas kebersihan. 

Namun, sementara ini belum ada penambahan volume sampah di bulan Ramadan.

Pihaknya mengaku sudah mengimbau masyarakat untuk mengurangi penggunaan sampah plastik. 

Menurutnya, angka penggunaan sampah plastik terbesar di kabupaten itu bersumber dari minimarket.

Kedua merupakan sampah plastik yang bersumber dari pasar. 

“Peningkatan timbunan sampah itu biasnaya terjadi saat Lebaran Itu berkaitan dengan arus mudik, biasanya terjadi mulai H-5 sampai H+5. Peningkatan tertinggi itu biasanya terjadi saat H-1 dan +1.

Saat momen-momen ini ada peningkatan sampah, sedangkan seperti sekarang masih normal. Mudah-mudahan tidak ada laporan overload sampah di titik tertentu,” ujarnya.

Pihaknya optimistis tidak akan terjadi penumpukan sampah selama Ramadan. 

Menurutnya, masyarakat sudah mulai sadar mengelola sampah. Karena itu, dia merasa bahwa tanggung jawab ini tidak melulu dilimpahkan ke DLH.

“Kalau dibebankan kepada kita itu repot, soalnya tersebar di mana-mana. Justru sampah yang tersebar itu sudah tertangani oleh pegiat lingkungan setempat.

Kami juga mengimbau agar masyarkat menggunakan kantong belanja sendiri agar sampah plastik tidak lagi bertambah,” ujarnya. (mg2/c1/hai)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#plastik #sampah #takjil #ramadan