BLITAR - Perkembangan teknologi bisa merambat ke berbagai sektor, tak terkecuali dalam pengurusan keuangan dan kelistrikan di masjid.
Jika dilihat secara kasat mata Masjid Darul Kurmain yang terletak di Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok tak berbeda dengan masjid pada umumnya. Namun, ketika masuk ada berbagai sensor yang tertempel.
Salah satu programer sekaligus keturunan pendiri masjid, Andi Setiawan mengungkapkan bahwa di masjid ini terdapat sekitar 28 sensor Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
Tersebar di berbagai titik. Fungsinya pun bermacam-macam. Ada yang khusus mendeteksi suhu udara dan menyalakan kipas atau AC, ada yang khusus mengatur kelistrikan masjid hingga mengelola pompa air.
“Saat ada yang lewat di tempat wudhu ini, sensor mendeteksi gerak manusia dan otomastis pompa air menyala. Ketika manusia ini beralih pergi, pompa air otomatis mati,” jelasnya.
Dengan adanya teknologi AI di masjid ini, masyarakat sekitar atau remas tidak perlu lagi repot-repot menyalakan lampu.
Alasannya, lampu yang sudah ada sensornya sudah tahu kapan akan menyala dan kapan akan mati. Begitupula dengan sensor suhu yang ada di dalam ruangan, otomatis nyala ketika dibutuhkan.
“Enaknya, semuanya itu serba otomatis. Bahkan karena sistem ini, pengeluaran masjid untuk pembayaran listrik jadi tidak terlalu banyak,” ujarnya.
Inovasi ini tidak berhenti disitu. Ternyata pengelolaan uang juga memanfaatkan teknologi AI tersebut. Tujuannya untuk transparansi aliran uang yang masuk ke masjid.
”Ini agar masyarakat yang menyumbang tahu. Kemana saja aliran dana yang disumbangkan,” ujarnya.
Usaha ini ternyata cukup menginspirasi berbagai lembaga lain. Tidak jarang penerapan aplikasi ini juga digunakan di berbagai masjid.
Berkat keinovatifan pengurus masjid tersebut berhasil meraih juara tiga Lomba Kreativtas, Inovatif dan Teknologi (Krenotek) 2023. (mg2/sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila