BLITAR - Tak kurang dari 150 orang prajurit terpilih diturunkan dalam Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-119 Tahun 2024. Bersama warga Desa/Kecamatan Wonotirto Blitar.
Mereka bahu-membahu, bersinergi dalam kegiatan gotong royong memperbaiki akses jalan, tempat ibadah, sanitasi, hingga rumah tidak layak huni (RTLH) sejak 20 Februari 2024.
“Terima kasih, Pak Tentara,” ucap Kosim kepada Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) TMMD Ke-119 bersama rombongan, saat melakukan monitoring pelaksanaan TMMD di Desa/Kecamatan Wonotirto, Selasa (5/3) siang.
Warga Dusun Caren, Desa/Kecamatan Wonotirto, ini tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Mereka kini memiliki hunian baru.
Rumah yang dulu hanya berdindingkan tripleks dan terpal itu, kini telah disulap menjadi hunian anyar yang lebih nyaman.
Tidak hanya Kosim, ada belasan warga lain di Desa/Kecamatan Wonotito yang kini juga telah memiliki hunian layak.
Bahkan, warga setempat juga dipastikan bisa menjalankan ibadah semakin khusyuk dan lebih tenang. Sebab, ada lima unit musala yang juga ikut direnovasi dalam TMMD Ke-119 ini.
Lebih dari 150 orang prajurit yang berasal dari tiga matra angkat darat (AD), angkatan laut (AL), dan angkatan udara (AU) diturunkan di Desa Wonotirto.
Mereka terlihat bahu-membahu melaksanakan pembangunan bersama warga setempat dalam rangkaian program TMMD.
Jalanan berlumpur dan licin menjadi tantangan pertama mereka. Sembari membawa material bangunan, kaki yang kuat itu terus melangkah dengan mantap.
Tak sedikit pun terdengar keluh kesah mereka. Sebaliknya, senyum semringah mewarnai 30 hari mengabdikan diri.
Sesekali gelak tawa terdengar di antara suara mesin molen (pengaduk semen, Red) yang mendukung proses pembuatan jalan rabat antara Dusun Caren dan Dusun Gebang, Desa Wonotirto. “Jalan tembus ini sangat penting bagi warga kami,” ujar Kepala Desa Wonotirto, Imam Mucharom.
Jalan sepanjang 1.000 meter ini memang bukan akses utama. Namun, setiap hari warga Desa Wonotirto yang mayoritas bertani memanfaatkan akses ini.
Pada kondisi normal, jalanan yang cukup curam dan berliku-liku ini bukan masalah. Namun, pada saat musim tanam dan panen, jalur ini menjadi tantangan.
“Bayangkan saja, membawa pupuk atau hasil panenan dengan jalan yang sulit. Sekarang akses ini dibangun, jelas membawa manfaat yang besar untuk masyarakat,” tuturnya.
Sedikitnya ada 350 KK di Dusun Caren dan 300 KK di Dusun Gebang yang bakal memanfaatkan akses ini. Meski tidak secara langsung, akses ini turut mendukung usaha dan aktivitas petani.
“Karena terkendala medan ini, biasanya mayarakat memilih berputar arah yang memang lebih jauh. Selain itu jaraknya juga cukup jauh. Dengan adanya TMMD ini, kami sangat terbantu,” jelasnya.
Ketersediaan pemenuhan kebutuhan akan air bersih juga menjadi hal vital dan tantangan bagi masyarakat di dua dusun desa ini, terutama saat musim kemarau.
Beruntung, para prajurit juga menjadikan kebutuhan air ini sebagai salah satu prioritas dalam TMMD Ke-119.
Mereka membangun jaringan air bersih yang disambungkan ke tandon-tandor air. Dengan begitu, masyarakat tidak lagi ribet untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
“TMMD ini juga bagian operasi bakti sesuai amanat undang-undang yang dilaksanakan kodim bersama dengan pemkab dan stakeholder lainnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucap Mayjen TNI Lilik Sudaryani, saat melakukan monitoring dan evaluasi TMMD Ke-119 Tahun 2024 Kodim Blitar, Selasa (5/3).
Lilik melihat tahap persiapan hingga pelaksanaan memiliki progresnya cukup baik. Pihaknya berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan secara simultan.
Lilik berharap masyarakat Desa Wonotirto ikut menjaga dan merawat aset yang sudah dibangun bersama TNI tersebut. “Tujuannya tidak lain agar membawa manfaat seluas-luasnya untuk masyarakat,” tandasnya.(*)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila