BLITAR - Kunjungan wisata di bulan Ramadan sepi. Dinas pariwisata dan kebudayaan intruksi agar para pengelola wisata persiapan keamanan jelang libur panjang.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar, Arkham Maulana mengungkapkan, jumlah kunjungan selama Ramadan memang merosot. Terutama wisata-wisata yang jauh dan tempat yang cukup terik, seperti wisata pantai selatan.
“Yang jelas kalau di wilayah pantai itu kunjunganya menurun. Apalagi kemarin-kemarin baru terjadi ombak besar yang menerjang bibir pantai, akhirnya beberapa pantai tutup. Ini beberapa pantai baru dibuka semalam, seperti Pantai Serang,” ujarnya.
Sedangkan di Pantai Tambakrejo, tidak ada masalah seperti pantai lainya. Namun tetap jumlah kunjungan masih tetap sama menurun. Bahkan dia memastikan bahwa setiap bulan puasa pengunjung wisata cenderung menurun.
“Semuanya wisata itu turun pengunjungnya. Mungkin karena memang sedang puasa soalnya banyak orang yang lemes dan malas berpergian jauh,” ujarnya.
Tidak hanya pantai, Arkham mengungkapkan bahwa semua wisata yang ada di Kabupaten Blitar sepi pengunjung. Misalnya, wisata Kampoeng Coklat yang biasanya ramai dikunjungi juga sepi.
Walaupun begitu, dia mengungkapkan bahwa pulihnya pengunjung mulai naik ketika lebaran kedua hingga liburan usai.
“Itu tergantung liburan anak sekolah itu sampai kapan. Biasanya puncaknya itu hari raya keempat atau kelima,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, dia juga mengungkapkan bahwa biasanya diliburan hari raya ini jumlah pengunjung dari luar kota cukup banyak.
Kendati demikian, peningkatan pengunjung ini masih kalah dengan jumlah pengunjung ketika libur tahun baru.
Arkham menduga, hal ini karena masyrakat dalam silaturahmi. “Yang mudik atau yang datang dari luar daerah itu lumayan banyak untuk berlibur. Bahkan masyarakat daerah sendiri yang saat libur panjang lebaran jarang berwisata,” imbuhnya.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan ketika libur panjang, disbudpar nantinya akan melakukan pengecekan wisata di Bumi Penataran sebelum libur panjang. Hal ini untuk mengetahui kesiapan tepat wisata ketika mendekati libur panjang.
“Nanti juga ada monitoring dengan pihak kepolisian. Mungkin ini dilaksanakan minggu depan. Nanti kita kontrol kita monitoring, kami tidak mau ada kecolongan, hal ini penting, agar wisata siap ketika ada pelonjakan pengunjung,” imbuhnya. (mg2/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila