BLITAR - Rangkaian program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-119 genap sebulan, Rabu (20/3) lalu. Kegiatan ini diakhiri dengan upacara penutupan yang dipimpin oleh Panglima Kodam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rafael Granada Baay.
Tidak hanya Danrem 081/DSJ Kolonel Inf H Sugiyono, Dandim 0808/Blitar Letkol Inf Hendra Sukmana, dan Bupati Rini Syarifah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Blitar juga hadir dalam momen ini.
“Tujuan dari TMMD ini adalah kerja sama antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Membantu pemerintah dalam percepatan pembangunan, khususnya daerah-daerah tertinggal, terpencil, terisolasi, dan desa terdalam,” ucap Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rafael Granada Baay di sela-sela upacara penutupan tersebut.
Kabupaten Blitar menjadi salah satu dari lima daerah di Provinsi Jawa Timur yang melaksanakan program TMMD. Ada dua kegiatan yang dikerjakan dalam TMMD yakni fisik dan nonfisik.
Kegiatan fisik meliputi pembangunan infrastruktur seperti pembuatan talut, rabat beton, sabuk dam, tandon air bersih, sanitasi, pembuatan drainase, renovasi 5 tempat ibadah, dan renovasi 15 unit rumah tidak layak huni (RTLH).
Adapun untuk kegiatan nonfisik diwujudkan dalam berbagai sosialisasi yang ikut dibantu oleh beberapa stakeholder, salah satunya Polri. Misalnya, sosialisasi bahaya narkoba dan pengenalan aturan hukum.
“Bahkan di sini, unsur mayarakat juga hadir, ikut bersama-sama membangun bersama TNI, Polri, dan pemerintah daerah,” lanjutnya.
Sementara itu, Bupati Rini Syarifah mengaku bersyukur dengan adanya program TMMD di Desa Wonotirto ini.
Dia berharap infrastruktur dan fasilitas yang sudah dibangun tersebut bisa bertahan lama. “Saya berharap masyarakat bisa terus merawat apa yang sudah dikerjakan TMMD saat ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mak Rini mengungkapkan, Desa Wonotirto dipilih sebagai lokasi kegiatan TMMD karena termasuk kategori daerah terpencil di Kabupaten Blitar. Dia berharap TMMD dapat mempercepat akselerasi pembangunan di desa tersebut.
Di lokasi yang sama, Dandim 0808/Blitar Letkol Inf Hendra Sukmana M. Han mengatakan, topografi wilayah menjadi tantangan pertama dalam melaksanakan program TMMD. Kendati begitu, pihaknya bersyukur hal ini bisa dieksekusi dengan baik.
“Di Wonotirto, kita semua tahu medannya terdiri dari perengan-perengan sehingga mempersulit pergeseran material,” katanya.
Selain karakter wilayah perbukitan, selama pelaksanaan darma bhakti TMMD ini, para prajurit juga berjuang melawan cuaca. Pagi cerah dan kadang hujan saat sore hari.
Meski begitu, dengan semangat dan kekompakan warga semua kegiatan bisa tuntas sesuai jadwal.
“TMMD merupakan implementasi spirit TNI membangun negeri. TNI Angkatan Darat selalu di hati rakyat,” pungkasnya. (ser/Letkol Inf Hendra Sukmana)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila