BLITAR - Awal bulan depan, ribuan aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar diguyur tunjangan hari raya (THR). Pemerintah mewanti-wanti agar THR dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
Hal ini diungkapkan Wali Kota Santoso melalui Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Blitar, Widodo Sapto Johanes.
THR yang didapat ASN tidak boleh digunakan untuk berfoya-foya. Melainkan, diharapkan turut digunakan untuk berkontribusi menghidupkan ekonomi di Bumi Proklamator.
"Harapannya ketika ASN dan PPPK yang dapat THR dapat menggunakannya untuk hal-hal positif. Misalnya, membantu untuk menumbuhkembangkan ekonomi di daerah," ujarnya, kemarin (26/3).
ASN yang mendapat THR ada sekitar 2.900 orang. Mereka merupakan pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Dari total anggaran THR sebesar Rp 20,5 miliar (M), alokasi untuk PNS sebesar Rp 18,9 M. Kemudian, THR untuk PPPK sekira Rp 1,4 M.
Selain itu, lanjut dia, wali kota juga meminta ASN memenuhi kewajiban masing-masing. Seperti membayar zakat fitrah serta membantu anak yatim dan orang yang membutuhkan. Dengan begitu, penggunaannya bisa lebih bermanfaat.
"Ya, berbagi kepada tetangga atau membantu bisnis UMKM teman agar laris. Tujuannya demi menghidupkan laju ekonomi," ujarnya.
Pencairan THR bakal dilakukan awal April. Saat ini, BPKAD sedang menyiapkan pencairan THR atau gaji ke-14 tersebut.
Dia memastikan tunjangan cair sebelum cuti bersama. Artinya, THR sudah bisa dimanfaatkan mulai awal bulan depan.
Sebelumnya, Pemkot Blitar telah mengalokasikan Rp 20,5 M untuk keperluan pembayaran THR tahun ini. Selain untuk ASN, THR juga diberikan kepada pimpinan dan anggota DPRD Kota Blitar.
Komponennya antara lain gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan dan umum, dan tambahan penghasilan pegawai (TPP). AnggaranTHR tahun ini meningkat sekira Rp 4 M dibandingkan dengan tahun lalu. (luk/c1/sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila