Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

DB Dominasi RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar, Segini Jumlah Kasus Selama Bulan Februari Hingga Maret

Agus Muhaimin • Rabu, 27 Maret 2024 | 19:10 WIB
DB Dominasi RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar, Segini Jumlah Kasus Selama Februari Hingga Maret
DB Dominasi RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar, Segini Jumlah Kasus Selama Februari Hingga Maret

BLITAR - Penyakit demam yang disebabkan nyamuk Aedes aegypti mendominasi okupansi RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.

Tak kurang dari 39 persen bed occupancy rate (BOR) diisi oleh penyakit demam berdarah. Kasus ini diperkirakan akan menurun seiring selesainya musim penghujan.

Wadir Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo Wlingi, dr Deny Christianto mengatakan, ada 97 pasien demam berdarah yang ditangani rumah sakit saat ini.

Jumlah itu berasal dari dengue fever (DF) dan dengue hemorrhagic fever (DHF). Angka kasus demam berdarah meningkat sejak Januari hingga Maret.

“Dari data kami pada Maret, DHF angkanya terbanyak dibandingkan dengan diagnosis penyakit lain. Yakni, Maret ini ada 19 kasus, bulan sebelumnya 13 kasus, dan Januari masih 4 kasus. Jadi bulan ini bisa dibilang penyakit yang mendominasi di RSUD Ngudi Waluyo,” ujar Deny, kemarin (26/3).

DHF ini memang jenis demam berdarah yang cukup parah dibandingkan DF. Meskipun secara tingkat kasusnya lebih sedikit, hingga Maret ini kasus DF di RSUD Ngudi Waluyo mencapai 78 pasien. Jumlah itu naik drastis dibandingkan Februari yang mencapai 25 kasus dan Januari 11 kasus.

Deny membenarkan, kondisi ini memengaruhi kapasitas tempat tidur RSUD Ngudi Waluyo. Saat ini, 39 persen dari 245 tempat tidur digunakan oleh pasien demam berdarah.

Meskipun DHF menjadi salah satu penyakit yang mendominasi, tapi masih cukup banyak tempat tidur yang tersisa untuk pasien penyakit lain.

“Biasanya setiap musim hujan datang, kasus demam berdarah pasti meningkat. Nah, saat ini mulai masuk pancaroba. Kami berharap bulan depan kasus demam berdarah bisa menurun,” ungkapnya.

Meskipun begitu, Deny tidak bisa memastikan kasus demam berdarah dapat reda bulan depan. Menurutnya, secara teori, berakhirnya musim penghujan juga seiring diikuti turunnya angka demam berdarah pada layanan kesehatan.

Deny mengatakan, masyarakat  harus meningkatkan kesedaran kebersihan lingkungan. Selain itu juga melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Dengan begitu, dapat menurunkan angka kasus demam berdarah.

“Kasus demam berdarah tahun ini lebih tinggi daripada sebelumnya. Sebab, tahun lalu status darurat Covid-19 masih belum dicabut pemerintah dan musim hujan berbeda dengan sebelumnya,” pungkasnya. (hai/c1)

 

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#aedes aegypti #RSUD ngudi waluyo Wlingi #demam berdarah