Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ini Kisah Dibalik Penyebutan 'Markas' dalam Majelis Taklim Gus Iqdam, Ada Makna Mendalam

Jihan Wahida Rahma Salsabila • Rabu, 27 Maret 2024 | 23:30 WIB
Gus Iqdam ceritakan kisah dibalik penyebutan markas di YouTube channel Daniel Mananta
Gus Iqdam ceritakan kisah dibalik penyebutan markas di YouTube channel Daniel Mananta

BLITAR - Sosok pendakwah viral asal Blitar Jawa Timur, serta pendiri Majelis taklim Sabilu Taubah, Gus Iqdam, baru-baru ini bagikan pengakuannya tentang penyebutan 'markas' dalam majelisnya.

Kisah yang ia ceritakan terungkap saat dirinya berdialog dengan host dalam channel YouTube Daniel Mananta Network.

Gus Iqdam menjelaskan bahwa penyebutan markas yang bahasanya terlihat tidak resmi dan berbeda dengan yang lain, terkandung makna di dalamnya.

Bahkan guse garangan itu juga pernah dicaci oleh teman-temannya karena penyebutan nama majelisnya itu.

Markas sendiri, dulunya pernah memiliki arti tempat dimana orang-orang yang jauh dari Allah berkumpul, seperti para pemabuk dan penjudi.

"Kenapa kok saya bahasakan markas, saya juga dulu dikomentari teman-teman saya. Biasanya kan majelis itu bahasanya resmi seperti sekretariat atau apalah," kata Gus Iqdam.

"Karena itu tadi, berawal dari garangan-garangan, atau orang yang sifatnya liar, orang-orang seperti itu kan biasanya menyebut markas kalau mau ngumpul minum-minum," lanjut Gus Iqdam.

Suami Ning Nila ini mengaku bahwa ingin merubah kata markas menjadi tempat tujuan yang positif, yaitu dimana orang-orang yang datang ingin mengaji.

Beliau juga ingin merubah stigma masyarakat bahwa anak-anak muda yang keluyuran malam-malam itu tidak melulu menuju tempat negatif.

Markas Sabilu taubah menurutnya, dapat dijadikan rumah kedua untuk lari kepada Allah. Dimana para anak muda berpakaian muslim berkumpul untuk mendekatkan dan memperbaiki diri.

"Ini saya rubah, dimana markas adalah tempat kita lari kepada Allah. Menjadi rumah kedua kita," terangnya.

"Dulu kan anak memakai kerudung keluar malam-malam pakai kopiyah dan sarung, nongkrongnya di alun-alun.

Sekarang ini saya buat tren biar anak-anak muda yang sering keluar rumah malam itu tujuannya ke markas Sabilu taubah," jelas Gus Iqdam.

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#gus iqdam #sabilu taubah #markas