BLITAR - Ratusan orang tua yang mempunyai anak balita di Kota Blitar semringah. Itu setelah mereka menerima sertifikat wisuda Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) di Gedung Kesenian Aryo Blitar pada Selasa (26/3/2024) lalu.
Program sekolah ini digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Blitar.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Blitar Santoso, Ketua Tim Kerja Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Stunting BKKBN Jatim Sofia Hanik, Sekretaris Daerah (Sekda) Priyo Suhartono, asisten pemerintah, TP PKK Kecamatan, hingga para wisudawan.
"Program ini untuk meningkatkan pengetahuan orang tua. Juga strategi pola asuh anak-anak di bawah usia 5 tahun supaya berjalan baik," ujar Wali Kota Blitar Santoso usai membuka kegiatan tersebut.
SOTH tahun ini merupakan angkatan pertama yang diselenggarakan oleh Pemkot Blitar. Siswa yang diwisuda sebelumnya telah mengikuti sekolah khusus pada Oktober 2023 hingga Januari 2024.
Pendidikan dilakukan selama 13 kali pertemuan dan serentak di 21 kelurahan. Harapannya, level pengetahuan orang tua seputar pencegahan stunting serta upaya membimbing terhadap anak lebih meningkat.
Total orang tua yang mengikuti wisuda sebanyak 343 orang. Meski demikian, lanjut dia, pemkot berharap agar ilmu parenting yang sudah digelontorkan oleh DP3APPKB Kota Blitar tidak berhenti begitu saja.
Orang tua jebolan SOTH harus menebar wawasan sehingga menginspirasi calon orang tua. "Kalau orang tua sudah paham pola asuh yang benar, maka potensi terjadi stunting di kota bisa berkurang. Meksi jauh di bawah batasan target 14 persen, tetap harus ditekan," tuturnya.
Terpisah, Kepala DP3AP2KB Kota Blitar Parminto menyebut, SOTH dilaksanakan dalam upaya mengakselerasi pelaksanaan proyek prioritas nasional promosi dan KIE 1000 hari pertama kehidupan (HPK).
Utamanya pada kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) dengan menerapkan delapan fungsi keluarga dan pentingnya 1000 HPK melalui pembentukan SOTH.
"Ini terobosan mendongkrak kemampuan orang tua dalam mengasuh anak balita. Melalui penyampaian materi pembelajaran, pemeriksaan kesehatan, praktik keterampilan, senam, permainan, dan lainnya," jelasnya.
Melalui wisuda SOTH, pemerintah ingin mengapresiasi siswa yang sudah lulus mengikuti 13 kali pertemuan pada penyelenggaraan SOTH tahap I.
Serta, penghargaan bagi siswa yang sudah mengikuti SOTH lanjutan selama enam kali pertemuan pada satu kelurahan.
"Kami akan kembangkan lagi sehingga peran orang tua mengasuh anak lebih optimal. Ini sebagai langkah strategis memaksimalkan ‘golden periode’ dan mencetak generasi unggul," tandasnya. (luk/c1/sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila