BLITAR - Capaian zakat aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Kota Blitar diprediksi meningkat.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi menargetkan bisa mencapai Rp 3 miliar di setiap daerah.
Momen Ramadan bertepatan dengan cairnya sejumlah tunjangan. Seperti gaji pokok, tunjangan hari raya (THR), hingga gaji ke-13.
Kondisi itu diprediksi membuat capaian zakat ASN meningkat. Hingga Maret sudah tercapai Rp 150 juta.
“Yang wajib untuk di zakatkan adalah gaji pokok. THR dan tunjangan lain tergantung masing masing muzaki,” jelas Ketua Baznas Kota Blitar, Mariyoto Kamis (28/3).
Seperti diketahui, potongan zakat untuk ASN sebesar 2,5 persen dari nisab atau gaji pokok ASN, yakni Rp 6.580.000.
Jika sudah mencapai batas nisab wajib membayar zakat. Menurutnya, jika ASN menghendaki THR untuk zakat, biasanya lapor ke bagian bendahara instansi untuk sekalian dipotong dengan gaji bulanan.
“Jumlahnya bisa disesuaikan, tidak harus 2,5 persen. Selain zakat bisa infaq atau sedekah,” sambungnya.
Baznas Provinsi, lanjut dia, menargetkan pencapaian zakat ASN sebesar Rp 3 M Sementara itu, penerimaan zakat ASN Kota Blitar tahun 2023 sebesar Rp 1.489.607.123.
Capaian zakat pada Januari sebesar Rp 148 juta, Februari Rp 140 juta, dan Maret Rp 150 juta.
Meski belum memenuhi target, pihaknya berharap ada peningkatan setiap tahun.
Maryoto membeberkan kekurangan dari target itu bisa ditutup dengan pemasukan non budget.Yakni, penerimaan zakat infaq sedekah dari masjid-masjid.
Penerimaan itu tidak tercatat dalam neraca dan ditarget Rp 2 M.
“Kalau non budget tidak dikelola oleh Baznas. Kami hanya menerima laporannya saja,” paparnya.
Menurutnya capaian zakat terbesar ada pada Ramadan. Tepatnya pengumpulan zakat pada 1 Syawal dan momen Idul Adha.
Sebagai rasa terima kasih karena ada peningkatan pendapatan, akan lebih baik jika ASN membuka diri untuk menyisihkan sebagian harta.
Baik infak, sedekah atau zakat. “Seperti arahan dari Walikota Santoso, harapan kita dengan ada gaji 13, THR dan sebagainya ada yang disisihkan untuk infaq dan sedekah,” pungkasnya. (ink/sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila