Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Meski Puasa, Peringatan Hari Jadi Ke-118 Kota Blitar Tetap Seru

M. Luki Azhari • Selasa, 2 April 2024 | 17:16 WIB
MERIAH: Para peserta flashmob yang diiringi lagu Blitar Kawentar tampah semangat mengikuti gerakan instruktur tari.
MERIAH: Para peserta flashmob yang diiringi lagu Blitar Kawentar tampah semangat mengikuti gerakan instruktur tari.

 

KOTA BLITAR - Keren Kuthane, Mulya Wargane. Tema inilah yang diusung Pemkot Blitar pada HUT ke-118 Kota Blitar. Rangkaian ulang tahun diperingati secara sakral, bermakna, juga tetap meriah mekipun dalam Ramadan. Salah satunya terpampang pada flashmop dengan iringan Blitar Kawentar.

Seluruh peserta tak langsung membubarkan barisan usai mengikuti upacara HUT ke-118 Kota Blitar, kemarin (1/4). Peserta yang berasal dari berbagai instansi di Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar itu merentangkan tangan. Kemudian, beberapa perempuan berhijab berdiri di barisan depan, lalu memberikan sejumlah instruksi.

Tak berlangsung lama, lagu Blitar Kawentar menggema disusul tarian-tarian sederhana oleh seluruh peserta upacara, termasuk orang nomor satu di lingkup Pemkot Blitar, Wali Kota Santoso berdiri paling depan, bersanding dengan Wakil Wali Kota Tjutjuk Sunario dan Forkopimda.

Tak hanya pegawai di lingkup Pemkot Blitar saja, tapi flashmob ini juga diikuti berbagai instansi, BUMD, bank, dan tokoh masyarakat dan unsure masyarakat lainnya. 

Beberapa gerakan yang diperagakan oleh instruktur secara serempak diikuti oleh ratusan peserta upacara. Semangat menyemarakkan HUT Bumi Proklamator tak jua redup meskipun sebagian besar peserta sedang menjalankan ibadah puasa.

"Seru sekali, bagian dari resfreshing sekaligus mempopulerkan lagu milik Kota Blitar di ruang publik," celetuk salah seorang pegawai dinas yang asyik menari.

Senyum semringah membaur dalam lima menit flashmop itu. Para peserta juga saling bercanda-tawa usai beradu kelihaian menari. Mereka berharap gema lagu Blitar Kawentar pada momen HUT Kota Blitar makin membawa Bumi Bung Karno maju di seluruh lini.

"Harapan tentu untuk Kota Blitar yang lebih maju, mantap dalam pelayanan, dan semakin keren," harap pria ini lagi.

Nuansa hari jadi makin terasa melokal nan otentik. Pasalnya, para peserta bangga mengenakan busana batik Puspa Dahana. Adapun, Puspa Dahana mengandung makna tersendiri. Puspa mengambarkan sebuah kecantikan, keindahan, dan kelembutan. Sedangkan Dahana melambangkan semangat yang berkobar. Motif Puspa Dahana diadopsi dari Situs Candi Gedog.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar Edi Wasono mengungkapkan, pada HUT tersebut juga jadi peluncuran versi anyar Udeng Joko Pangon. Menurutnya, pemilihan nama tersebut merujuk pada kisah pengembara sukses Joko Pangon di tanah Blitar.

"Udeng tersebut membawa motif batik Puspa Dahana. Nah, di Candi Gedog dulu dari cerita rakyat ada pengembala namanya Joko Pangon," paparnya.

Edi menambahkan, versi anyar udeng tersebut lebih simpel. Pemakainya tidak perlu lagi melilitkan kain sedemikian rupa, melainkan tinggal pakai. Sebab, sudah disesuaikan dengan zaman dan bentuknya kini menyerupai blangkon.

Sementara pemilihan nama Joko Pangon sebagai sosok ikonik untuk mempopulerkan potensi kekayaan pariwisata. Udeng tersebut juga jadi salah satu alternatif souvenir untuk wisatawan yang singgah ke Kota Blitar nantinya.

"Segala upaya dilakukan pemkot. Menggali dan melestarikan kekayaan warisan budaya. Ini sebagai kiat promosi agar pariwisata kota makin maju," tandasnya. (luk)

Editor : Doni Setiawan
#walikota #upacara #hari jadi kota blitar #Joko Pangon #Pemkot Blitar #Blitar Kawentar