Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Tahun Ini Pemkab Blitar Tambah 2 Palang Pintu dari Pemprov, Masih 34 Perlintasan Belum Tersentuh

Fajar Rahmad Ali Wardana • Rabu, 3 April 2024 | 18:25 WIB

 

MUDIK AMAN: Petugas sedang memeriksa kondisi palang pintu perlintasan kereta api di Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, yang diresmikan kemarin (2/4).
MUDIK AMAN: Petugas sedang memeriksa kondisi palang pintu perlintasan kereta api di Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, yang diresmikan kemarin (2/4).

BLITAR - Dua palang pintu anyar perlintasan kereta api (KA) yang dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) telah resmi beroperasi. Sepuluh palang pintu lainnya kini dalam proses pembangunan Pemkab Blitar.

Dua palang pintu KA yang mulai beroperasi itu berada di Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, dan Lingkungan Sumberjo, Kelurahan Talun.

Fasilitas ini penting untuk mengantisipasi kecelakaan karena mobilitas tinggi saat mudik dan Lebaran.

"Pembangunan palang pintu yang kami resmikan hari ini merupakan bantuan dari Provinsi Jatim. Tahun ini ada dua lagi pembangunan palang pintu bantuan dari Provinsi Jatim," kata Bupati Rini Syarifah usai meresmikan palang pintu perlintasan KA di Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Selasa (2/4).

Mak Rini berharap program pembangunan palang pintu dapat menurunkan angka kecelakaan di perlintasan sebidang KA.

Pemkab Blitar juga mengalokasikan anggaran dari APBD untuk pembangunan 10 titik palang pintu perlintasan KA tahun ini.

Dari 69 titik perlintasan sebidang, ada 34 titik yang belum berpalang pintu. Maka dari itu, untuk perlintasan yang belum berpalang pintu, Pemkab Blitar memberdayakan relawan untuk menjaga keamanannya.

“Kami mengajukan pembangunan dua titik palang pintu ini perlu rekomendasi teknis dari pihak Kereta Api Indonesia (KAI). Kami sudah memiliki 13 rekomendasi titik palang pintu dan dua sudah diresmikan ini.

Memang semua yang kami ajukan itu palang pintu yang rawan kecelakaan dan mobilitas masyarakatnya tinggi,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar, Agus Santosa.

Dia melanjutkan, 10 titik yang dibangun menggunakan APBD Kabupaten Blitar masih dalam perencanaan. Kemudian, satu titik yang dibangun oleh CSR masih dalam proses di Desa Bence, Kecamatan Garum.

Baca Juga: Pantai Serit Tak Dilirik Pemerintah Kabupaten Blitar, Meski Sudah Penuhi Kewajiban Bagi Hasil

Dishub Kabupaten Blitar mengalokasikan anggaran Rp 3 miliar untuk pembangunan 10 titik palang pintu perlintasan KA pada 2024 ini. Sebab, satu unit palang pintu dan pos jaganya menghabiskan anggaran sekitar Rp 300 juta.

“Rencananya Pemprov Jatim akan bantu pembangunan dua palang pintu lagi pada tahun ini. Namun masih dalam inspeksi dari Dishub Jatim dan pihak KAI untuk menetukan lokasi yang diprioritaskan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, jumlah total perlintasan sebidang KA di wilayah Kabupaten Blitar sebanyak 69 titik yang terdiri atas 62 perlintasan sebidang dan 7 perlintasan tidak sebidang atau fly over.

Dari puluhan perlintasan sebidang itu, sebanyak 10 titik sudah berpalang pintu. Lalu, ada tiga perlintasan sebidang dilakukan normalisasi atau ditutup.

Pada 2023-2024 ini, Pemkab Blitar menargetkan pembangunan palang pintu di 15 titik perlintasan sebidang. Dengan begitu, tinggal 34 titik perlintasan sebidang belum berpalang pintu di wilayah Kabupaten Blitar. (jar/c1/hai)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#lebaran #palang pintu #pemprov #Pemkab Blitar #jatim