BLITAR - Peluang para petani tembakau di Kabupaten Blitar masih terbuka lebar. Pasalnya, permintaan dan stok tembakau yang diinginkan pasaran masih kurang meski area tanam tembakau selalu bertambah.
Kepala Bidang Sarana Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar, Lukas Supriyatno mengatakan, kenaikan jumlah pentani tembakau ini merupakan kabar yang membahagiakan.
Walaupun demikian, dia juga mengaku stok yang ada di lapangan masih belum mencukupi. Akibatnya, tidak jarang kebutuhan tembakau di Kabupaten Blitar masih mengambil dari luar daerah seperti Temanggung, Jombang, dan Ponorogo.
“Selama dua tahun terakhir ini, minat masyarakat untuk menanam tembakau meningkat. Cuma kekurangannya itu di pendampingan. Bahkan, kami sering didatangi untuk dimintai sosialisasi,” ungkapnya.
Dia mengungkapkan bahwa pemerintah menjalin kemitraan dengan industri rokok untuk menudukung pemasaran tembakau. Misalnya, Djarum. Dari kemitraan tersebut, rencananya ada permintaan tembakau sekitar 25 hektare tiap tahun.
“Djarum itu baru masuk ke sini pada Maret kemarin. Itu bukan berarti mereka bangun pabrik di sini, melainkan seperti pengembangan wilayah. Sebelumnya, mereka hanya minta 5 hektare pada tahun lalu. Namun karena tembakau kita unik, mereka datang dan meminta tambahan kuota,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia mengaku bahwa proyek ini difokuskan di wilayah Blitar Selatan. Terutama di daerah Kademangan.
Bukan tanpa alasan, pemilihan Blitar Selatan ini karena karakteristik tembakau yang dikembangkan oleh Djarum lebih cocok di wilayah yang tandus.
“Soalnya mereka ambilnya itu varietas dari Madura. Kami pilih di sana, karena dari analisis kami, wilayah itu lebih baik,” ujarnya.
Kemudian untuk dua pabrik besar di wilayah blitar yakni Gudang Garam dan Sampoerna, Lukas mengaku belum mendapatkan komunikasi lebih lanjut.
Baca Juga: Meski Puasa, Peringatan Hari Jadi Ke-118 Kota Blitar Tetap Seru
Namun, dia mengaku bawa selama ini tetap ada pengepul yang mengirim tembakau ke pabrik rokok besar tersebut.
“Untuk spesfikasinya, paling banyak masih tembakau local. Jadi, produk kita masih bisa masuk ke sana,” jelasnya.
Sejauh ini, Lukas belum tahu berapa jumlah petani tembakau yang ada di Kabupaten Blitar. Kendati demikian, dia memastikan bahwa di Bumi Penataran ada sekitar 190 kelompok tani tembakau dengan luas area lahan yang beragam.
“Banyaknya pihak yang tertarik dengan tembakau kita ini karena katanya tembakau Blitar itu memiliki rasa yang unik, jadi banyak yang minta. Bahkan, kami berupaya untuk meningkatkan kemurnian varietas,” ujarnya. (mg2/c1/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila