BLITAR - Wali Kota Santoso tak segan turun langsung memastikan harga dan stok barang kebutuhan pokok (bapok) di Bumi Bung Karno tetap aman.
Rabu(3/4), bersama jajaran dan forkopimda meninjau langsung stok-harga bahan kebutuhan masyarakat di beberapa tempat belanja di Kota Blitar.
Pengamatan itu dilakukan di dua titik, yakni di minimarket di Mall Blitar Square (Blitos), dan distributor kebutuhan pokok di Jalan Merdeka Barat.
Inspeksi mendadak (sidak) juga diikuti oleh Kapolres Blitar Kota AKBP Danang Setiyo P.S, Dandim 0808/Blitar Letkol Infanteri Hendra Sukmana, Kepala Disperindag Hakim Sisworo, Kepala Dinkes Dharma Setiawan, dan instansi terkait lainnya.
“Kami survey ke Blitos, karena di sini lengkap berbagai kebutuhan. Kami lihat seputar stok dan apakah ada perubahan harga menjelang Lebaran,” ujar Santoso kepada Jawa Pos Radar Blitar.
Dia mengamati label harga dan kelayakan sejumlah bapok. Misalnya beras, minyak, dan kebutuhan lainnya.
Produk pangan kemasan lainnya juga diamati secara teliti. Hal ini untuk memastikan bahan pangan tidak berbahaya saat dikonsumsi masyarakat.
Pria berkaca mata ini memastikan seluruh bahan pangan layak konsumsi. Dia menyadari menjelang Lebaran memang ada sedikit kenaikan banderol. Namun jumlahnya tidak signifikan. Sekira Rp 1.000 hingga Rp 2.000.
“Tadi stok kami lihat cukup tersedia, beras, minyak, gula, harganya tidak terlalu naik. Wajar naik sedikit. Setiap usaha pasti perlu profit,” paparnya.
Kondisi itu, terang dia, mengindikasikan bahwa dampak inflasi di Kota Blitar tidak kentara. Sebab beras serta komoditas lain seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih dalam batas harga wajar. Harga beras yang beberapa waktu lalu melambung, kini berangsur turun. Baik kualitas medium hingga premium.
Pihaknya berpesan, dengan harga sembako yang cenderung masih aman dengan stok terjaga, masyarakat tidak panic buying. Perilaku membeli barang dengan kuantitas banyak secara mendadak justru bisa memicu kenaikan harga.
“Di pasar tradisional juga aman. Semoga masyarakat tidak risau akan kekurangan bapok, dan mampu mengendalikan daya beli. Hindari panic buying untuk situasi yang kondusif,” tegasnya.
Dia juga mengingatkan agar minimarket, dan toko-toko yang menjual barang untuk mengecek tanggal kedaluwarsa atau masa tenggat pakai barang.
Apabila ditemukan bahan pangan yang melampaui masa edar, maka segera ditarik dari rak dan tidak dijual. Hal ini jadi fokus Pemkot Blitar memastikan bahan pangan layak edar.
“Yang dijual harus masih fresh, jangan batas akhir expired. Harapannya tidak sampai mengganggu kesehatan warga saat dikonsumsi. Bila perlu dimusnahkan barangnya,” harapnya. (luk/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila