BLITAR - Blitar merupakan daerah kecil di provinsi Jawa Timur yang dikenal sebagai Kota dengan banyak sejarah, salahsatunya ialah tempat peristirahatan terakhir presiden pertama Indonesia.
Beberapa bangunan dan tempat-tempat di Blitar bahkan menjadi ciri khas di mata masyarakat luar. Berikut tempat-tempat di Blitar yang mempunyai ciri khas budaya dan sejarah.
1. Makam Proklamator Bung Karno
Salah satu ciri yang menjadi daya tarik terbesar terhadap kota Blitar yaitu makam dari presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno.
Makam yang didesain dengan arsitektur khas Jawa, yaitu bangunan joglo, tidak pernah sepi pengunjung. Makam Bung Karno selalu sukses menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun asing.
Selain banyak yang ziarah wisata, makam Soekarno kini merupakan objek ziarah politik juga, khususnya dari politisi yang akan mencalonkan diri dalam pemilu.
2. Istana Gebang
Istana Gebang atau juga dikenal dengan sebutan ndalem Gebang merupakan rumah tempat tinggal Orang tua Bung Karno.
Rumah ini letaknya tidak jauh dari Makam Bung Karno kurang lebih 2 km ke arah selatan, tepatnya di Jalan Sultan Agung No. 69 Kota Blitar.
3. Monumen PETA
Monumen Peta di Blitar dibangun untuk memperingati pemberontakan PETA (Pembela Tanah Air) melawan tentara Jepang pada 14 Februari 1945 yang dipimpin oleh Soedanco Soepriyadi.
Monumen PETA Blitar dibangun di depan eks markas PETA, yaitu di Jl. S. Supriyadi, Kota Blitar.
Monumen ini kini berada dalam kawasan SMP Komplek di Kota Blitar yang rencananya akan dijadikan Monumen PETA setelah sekolah di relokasi. Namun sampai saat ini belum diketahui kapan hal tersebut akan di realisasikan.
4. Candi Penataran
Candi Penataran atau nama aslinya adalah Candi Palah adalah sebuah gugusan candi bersifat keagamaan Hindu Siwaitis yang terletak di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Candi termegah dan terluas di Jawa Timur ini terletak di lereng barat daya Gunung Kelud, di sebelah utara Blitar, pada ketinggian 450 meter di atas permukaan laut.
Dari prasasti yang tersimpan di bagian candi diperkirakan candi ini dibangun pada masa Raja Srengga dari Kerajaan Kediri sekitar tahun 1200 Masehi dan berlanjut digunakan sampai masa pemerintahan Wikramawardhana, Raja Kerajaan Majapahit sekitar tahun 1415. (mg4)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila