Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Intip Ponpes Nurul Huda Kuningan Kanigoro Blitar, Miliki Keajaiban Sumber Air Tak Pernah Surut

Mohammad Syafi'uddin • Minggu, 7 April 2024 | 00:05 WIB

KLASIK: Bentuk Ponpes Nurul Huda di Desa Kuningan, Kecamatan Kanigoro, yang masih mempertahankan bangunan lama.
KLASIK: Bentuk Ponpes Nurul Huda di Desa Kuningan, Kecamatan Kanigoro, yang masih mempertahankan bangunan lama.

BLITAR - Tak pernah habis jika menggali sejarah dari Masjid Nurul Huda terletak di Desa Kuningan, Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar.

Di kompleks tempat ibadah umat Islam berusia ratusan tahun tersebut banyak sisi-sisi menarik. 

Juru kunci kompleks Masjid Nurul Huda, Kusnudin mengatakan, jika di sekitar masjid ini dulu ditemukan banyak batu-batu kotak besar. 

“Kita tidak tahu tempat ini dulu ada candi atau tidak, yang pasti banyak batu kuno,” ungkapnya. 

 Baca Juga: Masjid di Blitar Ini Jadi Sejarah Penyebaran Islam di Desa Kuningan, Ukiran dan Joglo Jadi Petunjuk

Dulu, lanjut dia, mungkin masih banyak orang Hindu sebelum Islam masuk ke Blitar. Lokasi masjid ini termasuk tertua untuk penyebaran agama Islam. 

Sebagai bukti adanya penyebaran agama Islam di desa setempat ada pondok pesantren (ponpes) di kompleks masjid.

“Ponpes ini sudah tua, bangunan bentuk joglo. Namun ada sumber air atau sungai sebagai tempat membersihkan diri,” katanya.

 Baca Juga: Melihat Masjid Nurul Hidayah di Nglegok, Desain Klasik dan Tonjolkan Ukiran Jawa Tradisional

Sumber air yang berada di sisi timur ponpes maupun masjid ini sangat berguna. Yakni sebagai tempat untuk membersihkan diri para santri sebelum mengikuti salat.

Sebelum di bangun lokasi menuju kolam kuno, bentuk jalan masih terbuat dari batu yang ditata. Agar santri tidak menginjak tanah ketika selesai wudlu.

Dari penuturan para sesepuh desa, jika selesai wudlu, santri ini mampir ke ponpes untuk mengaji serta mengamalkan salat di masjid.

Baca Juga: Dekatkan Iman, Puluhan Lansia di Kabupaten Blitar Nyantri di Pondok Al-Hikmah, Semangat Jalani Kegiatan di Bulan Ramadan

 

Dia mengaku, keberadaan kolam tua ini bahkan menarik beberapa orang untuk melakukan mandi malam hari. Mereka percaya jika airnya bisa membuat awet muda. “Sumber air belum pernah surut,” katanya. 

Hingga kini di sekitar masjid masih ada aktivitas untuk ngaji, salat, dan lainlain. “Islam harus dilestarikan generasi muda,” ujarnya. 

Diberitakan sebelumnya, kompleks Masjid Nurul Huda di Desa Kuningan, Kecamatan Kanigoro, memiliki sejarah kental dengan penyebaran Islam di Blitar Raya.

Baca Juga: Masjid di Blitar ini Punya Monumen, Kenang Tragedi Bukit Tujuh Dara di Sri Lanka, Simak Penjelasannya

Itu lantaran bangunan tersebut diperkirakan sudah berusia ratusan tahun dan dipercaya jadi yang tertua di kabupaten ini.

Nah, ketika memasuki kompleks bangunan yang masih terlihat banyak model kuno ini sangatlah beda. 

Dari luar tampak ada joglo panggung dan ukiran - ukiran kayu berbahasa Arab serta ornamen lain.

Baca Juga: Simak Sejarah Masjid Darul Kurmain di Blitar, Dua Pohon Ini Jadi Penanda Didirikan Pengikut Pangeran Diponegoro

“Dulu bangunan ini (joglo) merupakan pondok (tempat ngaji) dan di sebelah baratnya ada masjid,” kata juru kunci kompleks Masjid Nurul Huda, Kusnudin, kemarin (3/4).

Dia mengaku, berdasarkan berbagai bukti di lokasi, masjid ini dibangun sekitar tahun abad ke-18 oleh Syeh Abu Mansyur dari Jawa Tengah. 

“Kalau secara pasti sejarahnya perlu detail. Mungkin dari keturunan pendiri masjid lebih mengetahui,” tandasnya.

Dari berbagai sumber, kompleks masjid ini terdiri dari tempat pengambilan air wudu, pondok joglo panggung, makam, serta bangunan utama masjid. (mg2/din)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#pondok #Kabupaten Blitar #umat islam #tempat ibadah #masjid nurul huda