Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Satu Perlintasan KA di Kota Blitar Minus Palang Pintu, Pengguna Wajib Hati-hati

M. Luki Azhari • Senin, 8 April 2024 | 03:11 WIB
HATI-HATI: Perlintasan KA sebidang di Jalan Bakung, Kelurahan/Kecamatan Sukorejo, hingga kini belum dilengkapi palang pintu.
HATI-HATI: Perlintasan KA sebidang di Jalan Bakung, Kelurahan/Kecamatan Sukorejo, hingga kini belum dilengkapi palang pintu.

BLITAR - Pengguna jalan harus berhati-hati ketika melintas di perlintasan kereta api (KA) sebidang di Jalan Bakung, Kelurahan/ Kecamatan Sukorejo.

Sebab, hingga bulan ini jalur tersebut belum dilengkapi dengan palang pintu penyeberangan. 

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Blitar di lokasi, sejumlah pengendara harus berhenti dahulu sebelum menyeberang. 

Mereka memastikan tak ada kereta api dari dua arah dengan dibantu petugas jaga.

“Palang pintu di mana pun itu perlu, lengkap dengan sirine dan petugas jaga. Apalagi sebentar ini sudah mau Lebaran,” ujar Purnomo, pengendara motor yang melintas.

Jalan Bakung selama ini jadi akses utama warga setempat. Paling banyak kendaraan yang memanfaatkan yakni roda dua. Mobil jarang melintas lantaran badan jalan sempit.

Warga dan pengguna jalan tak menampik sempat khawatir saat lewat di jalan tersebut. Untuk itu, sarana dan prasarana (sarpras) perlu dilengkapi untuk keselamatan umum. 

Menanggapi kondisi itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Blitar Juari membenarkan bahwa fasilitas keselamatan tersebut cukup vital. Apalagi, jalur tersebut berada di lingkungan padat penduduk.

“Tahun ini dapat bantuan lagi di Jalan Bakung. Jadi sudah lengkap tujuh perlintasan terpasang, termasuk petugas jaga,” jelasnya.

Di Kota Blitar, total terdapat 14 titik perlintasan KA. Dari jumlah itu, tujuh titik di antaranya dalam pengelolaan pemkot.

Kini enam titik sudah dilengkapi palang pintu dan sebagian dengan pos penjaga.

Pembangunan palang pintu di Jalan Bakung merupakan bantuan dari Pemprov Jatim. Proyek yang saat ini mulai dikerjakan tersebut menelan anggaran Rp 400 juta.

“Nanti juga ditambah pos jaga. Petugasnya sudah dapat pelatihan dari Ditjen Perkeretaapian,” katanya.

Proyek tersebut diperkirakan rampung sekitar empat bulan ke depan. Praktis, dishub selama Lebaran akan bergantung pada petugas penyeberangan.

“Selama Lebaran sudah ada yang jaga. Kalau sudah selesai dibangun, patok di sana tidak dicabut, karena kebanyakan sekarang motor yang lewat,” tandasnya. (luk/c1/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#perlintasan kereta api (KA) #palang pintu #Kecamatan Sukorejo #Kota Blitar