BLITAR - Moda transportasi jalur darat, seperti bus masih jadi primadona bagi kalangan pemudik. Pada mudik momen Idul fitri 1445 hijriah ini, volume penumpang bus diprediksi bisa meningkat hingga 100 persen.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Terminal Tipe A Patria Blitar, Verie Sugiharto pada kemarin (6/4). Menurutnya volume pemudik yang memanfaatkan transportasi bus tahun ini lebih bergairah. Status pandemi yang sudah dicabut juga memengaruhi minat pulang kampung.
“Betul, yang jelas mobilisasi masyarakat secara umum tidak ada problem. Bisa dibilang mungkin kuantitas pemudik tahun ini bisa meledak,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Blitar.
Pria berkaca mata ini menuturkan, pada hari biasa jumlah armada datang sebanyak 130 unit. Itu terdiri dari bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan antar kota dalam provinsi (AKDP).
Bukan tidak mungkin jumlah armada naik hingga 30 persen. Prediksi ini mengacu tahun lalu.
Menurutnya, kenaikan jumlah angkutan selalu berbanding lurus dengan volume penumpang. Dua pekan sebelum hari raya, jumlah penumpang datang sekira 2.500 orang. Jumlah ini bisa terus melonjak naik saat mendekati Lebaran.
”Jumlah itu stabil. Bahkan kalau puasa kemarin sempat turun. Awal puasa minat mudik memang belum terasa,” tuturnya.
Potensi peningkatan volume penumpang bisa mencapai 100 persen. Perkiraan ini didasarkan pada pantauan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) yang sudah merilis kemungkinan jumlah pemudik.
Penumpang yang mudik ke Jawa Timur sebanyak 37,6 juta atau sekira 20 persen dari akumulasi total.
Meski dihadapkan pada naiknya jumlah pemudik, Verie enggan memandang sebelah mata. Pihaknya mengaku mengintensifkan pengecekan kendaraan alias ramp check.
“Memang masih ada kendaraan-kendaraan yang secara teknis tidak layak. Langsung kami minta ganti seperti ban, atau kekuatan angin. Karena menyangkut keselamatan banyak jiwa,” tandasnya. (luk/sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila