Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Diprediksi 400 Ribu Pemudik Masuk Kabupaten Blitar, Polres Siagakan Puluhan Unit Pos Pantau

Fajar Rahmad Ali Wardana • Senin, 8 April 2024 | 22:00 WIB

 

TEMU KELUARGA: Kendaraan plat luar kota dengan tumpukan bekal mudik melintasi jalan Nasional di Kecamatan Wlingi
TEMU KELUARGA: Kendaraan plat luar kota dengan tumpukan bekal mudik melintasi jalan Nasional di Kecamatan Wlingi

BLITAR - Polres Blitar menyiapkan puluhan titik pos pantau dan pengamanan arus mudik Lebaran sejak awal April.

Pengamanan ekstra juga dilakukan dengan tim urai kemacetan. Karena diprediksi ada peningkatan arus mudik yang signifikan.

Kapolres Blitar AKBP Wiwit Adisatria mengatakan, ada 16 juta pemudik masuk ke Jawa Timur. Diasumsikan tiap kota ada sekitar 400 ribu pemudik termasuk Kabupaten Blitar. Maka dari itu, selain pos pelayanan dan pos pengamanan, juga terdapat pos pantau.

“Kami menyiapkan 20 unit pos pantau. Karena kami memprediksi ada peningkatan arus mudik signifikan. Pos pantau didirikan di sejumlah titik mulai di simpul-simpul jalan rawan macet,” ujar Wiwit.

Untuk pos wisata, sambung dia, didirikan di sepanjang pantai di Blitar selatan dan beberapa wisata buatan, seperti Kampung Coklat dan Blitar Park.

Itu untuk mengantisipasi adanya kecelakaan laut ketika liburan di pantai dan wisata lainnya. Pihaknya telah meminta para kapolsek untuk melakukan pengamanan di tempat wisata sesuai wilayah hukumnya.

Sedangkan untuk pos pengamanan hanya satu unit di wilayah Kecamatan Kesamben, tak jauh dari Pasar Kesamben.

Memang hampir setiap tahun titik itu menjadi tempat pos pengamanan mudik. Karena memang menjadi jalur yang rawan macet dari arah Malang atau Blitar.

“Pos pelayanan juga satu saja di depan Alun-Alun Kanigoro. Karena dipastikan tempat ini ketika Lebaran menjadi jujukan pemudik untuk liburan malam dan tempat istirahat,” ungkapnya.

Wiwit menyebut dalam operasi ketupat ini, Polres Blitar menyiagakan 330 personel gabungan. Dari Polri, menyiagakan sebanyak 220 personel, dan 108 dari dinas perhubungan, satpol PP, pemadam kebakaran dan dinas kesehatan.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Volume Penumpang di Terminal Blitar Diprediksi Naik 100 Persen, Mode Transportasi Bus Masih Favorit

Sementara itu, Sekda Kabupaten Blitar Izul Marom mengatakan, pasca-puncak arus mudik juga perlu diantisipasi.

Karena saat itu posisi para pemudik sudah berada di Blitar. Meski masyarakat Kabupaten Blitar tidak banyak yang mudik, namun menjadi tempat jujukan bagi para pemudik

"Seperti disampaikan kapolres ada tambahan sekitar 400 ribu penduduk, itu sudah punya dampak banyak. Otomatis mobilitas di wilayah meningkat, jalan-jalan pasti padat termasuk tempat wisata," katanya.

Izul memprediksi mobilitas saat Lebaran begitu tinggi. Diperkirakan ketika hari raya kedua dan ketiga sudah banyak masyarakat ke tempat wisata.

Bahkan tidak menutup kemungkinan terjadi kecelakaan. Untuk itu, Pemkab Blitar sudah menginstruksikan semua rumah sakit baik negeri maupun swasta termasuk puskesmas tetap buka 24 jam.

Sekda juga meminta BPBD terus berkoordinasi dengan BMKG terkait perkiraan cuaca untuk mengantisipasi kemungkinan bencana saat libur Hari Raya Idul Fitri.

"BPBD juga tidak boleh libur, harus ada piket. Dinas lain juga begitu, harus ada piket. Kalau kantor dibiarkan kosong justru bahaya ada pencurian maupun bencana kebakaran. Kami mengimbau untuk meningkatkan keamanan di lingkungan desa/kelurahan," pungkasnya. (jar/hai/din)

Baca Juga: 4 Cabor Baru di Kota Blitar Kena Target Medali Porprov 2025, Pemkot dan Dispora Berikan Dukungan

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kabupaten Blitar #mudik lebaran #pos pantau #polres blitar #pemudik