BLITAR - Polres Blitar menyiapkan puluhan titik pos pantau dan pengamanan arus mudik Lebaran sejak awal April.
Pengamanan ekstra juga dilakukan dengan tim urai kemacetan. Karena diprediksi ada peningkatan arus mudik yang signifikan.
Kapolres Blitar AKBP Wiwit Adisatria mengatakan, ada 16 juta pemudik masuk ke Jawa Timur. Diasumsikan tiap kota ada sekitar 400 ribu pemudik termasuk Kabupaten Blitar. Maka dari itu, selain pos pelayanan dan pos pengamanan, juga terdapat pos pantau.
“Kami menyiapkan 20 unit pos pantau. Karena kami memprediksi ada peningkatan arus mudik signifikan. Pos pantau didirikan di sejumlah titik mulai di simpul-simpul jalan rawan macet,” ujar Wiwit.
Untuk pos wisata, sambung dia, didirikan di sepanjang pantai di Blitar selatan dan beberapa wisata buatan, seperti Kampung Coklat dan Blitar Park.
Itu untuk mengantisipasi adanya kecelakaan laut ketika liburan di pantai dan wisata lainnya. Pihaknya telah meminta para kapolsek untuk melakukan pengamanan di tempat wisata sesuai wilayah hukumnya.
Sedangkan untuk pos pengamanan hanya satu unit di wilayah Kecamatan Kesamben, tak jauh dari Pasar Kesamben.
Memang hampir setiap tahun titik itu menjadi tempat pos pengamanan mudik. Karena memang menjadi jalur yang rawan macet dari arah Malang atau Blitar.
“Pos pelayanan juga satu saja di depan Alun-Alun Kanigoro. Karena dipastikan tempat ini ketika Lebaran menjadi jujukan pemudik untuk liburan malam dan tempat istirahat,” ungkapnya.
Wiwit menyebut dalam operasi ketupat ini, Polres Blitar menyiagakan 330 personel gabungan. Dari Polri, menyiagakan sebanyak 220 personel, dan 108 dari dinas perhubungan, satpol PP, pemadam kebakaran dan dinas kesehatan.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Blitar Izul Marom mengatakan, pasca-puncak arus mudik juga perlu diantisipasi.
Karena saat itu posisi para pemudik sudah berada di Blitar. Meski masyarakat Kabupaten Blitar tidak banyak yang mudik, namun menjadi tempat jujukan bagi para pemudik
"Seperti disampaikan kapolres ada tambahan sekitar 400 ribu penduduk, itu sudah punya dampak banyak. Otomatis mobilitas di wilayah meningkat, jalan-jalan pasti padat termasuk tempat wisata," katanya.
Izul memprediksi mobilitas saat Lebaran begitu tinggi. Diperkirakan ketika hari raya kedua dan ketiga sudah banyak masyarakat ke tempat wisata.
Bahkan tidak menutup kemungkinan terjadi kecelakaan. Untuk itu, Pemkab Blitar sudah menginstruksikan semua rumah sakit baik negeri maupun swasta termasuk puskesmas tetap buka 24 jam.
Sekda juga meminta BPBD terus berkoordinasi dengan BMKG terkait perkiraan cuaca untuk mengantisipasi kemungkinan bencana saat libur Hari Raya Idul Fitri.
"BPBD juga tidak boleh libur, harus ada piket. Dinas lain juga begitu, harus ada piket. Kalau kantor dibiarkan kosong justru bahaya ada pencurian maupun bencana kebakaran. Kami mengimbau untuk meningkatkan keamanan di lingkungan desa/kelurahan," pungkasnya. (jar/hai/din)
Baca Juga: 4 Cabor Baru di Kota Blitar Kena Target Medali Porprov 2025, Pemkot dan Dispora Berikan Dukungan
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila