Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Masjid Baitul Amin Gandekan Kabupaten Blitar, Kentongan Disana Miliki Cerita Unik, Tak Sembarangan Dibunyikan

Mohammad Syafi'uddin • Selasa, 9 April 2024 | 00:05 WIB
UNIK: Tampak bangunan Masjid Baitul Amin di Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi. Foto bawah, kentongan yang berada di masjid tersebut.
UNIK: Tampak bangunan Masjid Baitul Amin di Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi. Foto bawah, kentongan yang berada di masjid tersebut.

BLITAR - Masjid Baitul Amin di Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi, memiliki cerita menarik terkait kentongan. Benda yang menimbulkan bunyi jika dipukul tersebut tidak sembarangan bisa difungsikan.

Konon cerita berkembang di warga setempat, keberadaan kentongan ini tidak diketahui secara persis siapa sosok yang menemukan. Diduga ditemukan begitu saja oleh warga setempat, sehingga disimpan di rumah.

Ketika disimpan di rumah, kentongan itu tidak bisa berbunyi meskipun telah dipukul berulang kali. Lantas kentongan ditaruh di musala setempat dan bisa difungsikan secara normal.

“Dulu memang ada cerita begitu, jika tidak ditaruh di musala ataupun masjid, kentongan tidak bisa berbunyi,” terang pengurus masjid setempat, Komarudin, Minggu (7/4).

Dia belum bisa memastikan terkait kebenaran cerita yang berkembang. Lantaran belum ada bukti otentik dan belum pernah melihat secara langsung. Namun benda itu masih digunakan hingga sekarang di masjid jamik desa setempat.

Dulu memang kentongan berada di musala yang tertua di desa setempat, lantas dipindah ke masjid jamik. Di tempat musala yang lama kondisinya tidak bisa memuat banyak jemaah, sehingga perlu dipindah ke masjid lebih besar.

Masjid jamik di desa setempat ini memang usianya sekitar 25 tahun. Sebab masjid yang lama atau tua belum berstatus tanah wakaf, sehingga sulit untuk melakukan pengembangan.

Bentuk kentongan lebih besar dan memiliki bunyi keras, yang biasanya digunakan untuk penanda jelang salat wajib sebelum pemukulan bedug.

Dia menjelaskan, keberadaan masjid jamik tersebut sangat efektif untuk menampung ratusan jemaah. Tempat parkir begitu luas, sehingga nyaman ketika dikunjungi.

Terkait kegiatan selama Ramadan, ada kuliah subuh, salat jemaah, tadarus. “Mirip dengan masjid pada umumnya ketika bulan puasa,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pengunjung masjid, Firmansyah, jika lokasi masjid berada di pinggir jalan raya sangat menguntungkan. “Masjid Baitul Amin ini berada di jalur alternatif Tulungagung-Blitar,” tandasnya.

Pria yang berdomisili di Tulungagung ini sering mampir ke masjid itu ketika menempuh perjalanan pulang dari Blitar. Sebab lokasinya dekat dan mudah dijangkau.

Dari segi kebersihan lokasi tidak terlalu buruk dan bisa nyaman ketika ada jemaah berkunjung. “Ya masjid tempat ibadah, harus diramaikan agar tidak sepi,” pungkasnya. (mg2/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kecamatan Wonodadi #kentongan #Masjid Baitul Amin