BLITAR - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kabupaten Blitar menyurati semua pengelola wisata untuk melakukan persiapan libur Lebaran.
Ada belasan wisata baru yang beroperasi selama momen tersebut.
Kepala Disbudpar Kabupaten Blitar Suhendro Winarso mengatakan, surat tesebut dikirimkan pada 1-3 April.
Pihaknya juga akan menerjunkan tim untuk memonitor kesiapawan wisata yang ada di Kabupaten Blitar.
Tujuannya untuk mengetahui dan memastikan kesiapan peralatan yang dimiliki wisata tersebut.
“Kami harus memberikan jaminan kepada wisatawan bahwa wisata di Kabupaten Blitar peralatannya sudah safety. Sehingga aman dan nyaman dipakai oleh masyarakat,” ujarnya.
Dia melanjutkan, surat itu terkait hal-hal apa saja yang harus dilakukan dalam menyambut wisatawan saat Idul Fitri. Selain itu juga berisi imbauan untuk selalu menjaga keamanan wisatawan.
Hal ini dilakukan karena setiap musim libur Lebaran selalu mengalamai peningkatan kunjungan.
Untuk menambah referensi wisatawan dari dalam dan luar kota, disbudpar mendata ada dembilan destinasi wisata baru sejak akhir tahun lalu.
Sebenarnya tahun ini sudah ada beberapa wisata baru, tapi sifatnya masih rintisan.
“Total potensi ada 130 destinasi wisata, namun yang ada pengelolanya sekitar 71. Dari ratusan wisata itu, kami mengkategorikan rintisan wisata yang siap dikunjungi dan pengembangan,” ungkapnya.
Hendro bersyukur kunjungan wisata di Kabupaten Blitar terus menunjukkan tren positif.
Dari waktu ke waktu, jumlah wisata terus meningkat dan terjadi pertumbuhan destinasi.
Bahkan, data jumlah wisata mancanegara 2023 di prediksi naik empat kali lipat dari tahun lalu. Prediksi yang sama juga berlaku untuk kunjungan wisatawan lokal.
Untuk destinasi favorit, ada dua kategori yakni wisatawan mancanegara dan lokal atau wisatawan dalam negeri.
Mereka yang dari luar negeri datang ke Kabupaten Blitar lebih memilih untuk datang ke wisata budaya.
“Wisatawan mancanegara banyak yang datang ke candi-candi dan museum. Sedangkan wisatawan lokal, 63 persen meminati wisata alam.
Sisanya wisatawan lokal meminati wisata buatan,” pungkasnya. (jar/c1/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila