BLITAR - Kunjungan ke wisata pantai di Kabupaten Blitar diprediksi melonjak selama momen libur Lebaran.
Pengelola wisata dituntut sigap mengantisipasi bahaya dan menjaga keamanan wisatawan.
Pengelola Pantai Tambakrejo, Dedi Metagutama, mengaku sudah kerja sama dengan angkatan laut dan polisi air untuk kemanan di Pantai Tambakrejo.
Dia mengungkapkan bahwa polsek dan koramil juga selalu menurunkan petugasnya untuk ikut berjaga selama momen libur Lebaran.
“Kami sudah bekerja sama dengan berbagai pihak, biasanya itu masing-masing satu tim. Tahun lalu itu setiap tim ada 11 orang,” ujarnya.
Tidak hanya itu, dia juga mengungkapkan bahwa sudah mempersiapkan berbagai hal. Seperti tempat atau pos jaga, petugas medis dari puskesmas, serta ambulans.
“Untuk kemanan itu benarbenar kami perhatikan. Bahkan, kami juga menyediakan alat-alat penyelamatan. Itu sudah sesuai SOP
dan lengkap. Mulai dari pelampung, rompi pelampung, pelampung ban, dan P3K,” ujarnya.
Pengelola Pantai Tambakrejo juga tidak tinggal diam. Dia mengungkapkan ada dua sif yang nanti bertugas.
Dengan waktu jaga hari biasa satu orang dan dua orang saat weekend. Durasinya mulai pukul 08.00 hingga 16.00.
“Karena tim kami itu terbatas, makanya kami meminta bantuan dari petugas lain,” ujarnya.
Lain pantai, lain startegi. Manajemen Pantai Serit, Imron Rosadi, mengungkapkan bahwa pihaknya merencanakan perbaikan jalan di pintu masuk ke Pantai Serit.
Selain itu, pengelola juga mempercantik Pantai Serit dengan bangunan-bangunan baru.
Sementara untuk pengamanan saat Lebaran, Imron mengungkapkan bahwa personel untuk pengamanan di bibir pantai itu sudah banyak.
Bahkan di sungai dekat pantai juga ada petugas jaganya.
“Kita nanti ke depannya juga pakai pos informasi dan memasang beberapa personel yang khusus berjaga di bibir pantai dan pintu sungai. Ini perlu, soalnya ketika ada banyak orang yang berlibur, pantai cukup riskan,” ujarnya.
Tidak hanya itu, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya, dia juga berencana untuk memasang banner-bannerimbauan.
Selain itu juga menerjunkan sekitar 10 orang untuk pengamanan.“Petugas kita itu ada 20 orang, 10 untuk pengaman di pantai dan sungai, dan sisanya nanti bertugas di tiket masuk dan parkir,” ungkapnya.
Untuk sarana prasarana, Imron menyebut bahwa di sungai sudah ada perahu untuk jaga-jaga jika ada insiden yang tidak diinginkan.
Selain itu, dia yakin bahwa tidak akan ada kecelakaan jika pengunjung mematuhi aturan yang ada.
Keyakinannya ini didasarkan fakta bahwa para petugas di Pantai Serit tahu mana ombak yang membahayakan dan mana yang tidak.
Dia juga mengaku bahwa petugas Pantai Serit ini juga menyiapkan 10 rompi pelampung. “Kita itu selalu intens melakukan patroli.
Bahkan, setiap 15 menit sekali, kami selalu melakukan patroli menggunakan ATV yang kami miliki. Dari satu ujung keujung lainnya.
Selain itu, kami juga membunyikan imbauan larangan setiap 20 menit sekali,” ujarnya. (mg2/c1/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila