Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Mitigasi 4 Jalur Rawan Laka di Kabupaten Blitar, Dominan di Wilayah Perbatasan dan Jalur Nasional

Fajar Rahmad Ali Wardana • Selasa, 16 April 2024 | 00:07 WIB
Laka lantas yang terjadi di kabupaten Blitar
Laka lantas yang terjadi di kabupaten Blitar

BLITAR - Menghadapi Lebaran 2024 ini, Satlantas Polres Blitar telah memetakan jalan-jalan yang dianggap rawan kecelakaan lalu lintas (laka lantas).

Beberapa titik di jalan wilayah perbatasan dan jalur nasional menjadi jalur rawan karena faktor human error. Pemasangan rambu-rambu yang memadai menjadi solusi hal tersebut.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Blitar Ipda Anggit Purba mengatakan, jalanan di Kabupaten Blitar tidak ada yang tergolong blackspot.

Namun ada beberapa titik yang dinilai rawan laka lantas, terutama di jalan nasional.

“Jalur rawan laka di Kabupaten Blitar banyak di jalan nasional. Untuk di jalan kabupaten jarang terjadi, ada tapi tidak sebanyak jalur nasional atau provinsi,” ujarnya, kepada Koran ini.

Ada empat titik di Kabupaten Blitar yang dinilai rawan kecelakaan. Yakni jalan di Kecamatan Selorejo, Kesamben, Selopuro dan Kecamatan Talun - Garum. 

Untuk tiga jalur kecamatan paling timur itu rawan karena banyak tikungan ekstreme. Jalan nasional yang masuk wilayah Kecamatan Selorejo misalnya.

Selain banyak jalan berkelok-kelok juga kondisi jalan yang bergelombang. Untuk itu, Polres Blitar telah memetakan beberapa titik rawan kecelakaan, serta menghimbau pengendara lewat sosial media, agar lebih berhati-hati dan juga kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Iya memang ada beberapa jalur atau titik lokasi yang cukup rawan terjadi laka. Termasuk misalnya jalur jalan yang menikung,” ungkapnya.

Hal yang sama kondisinya di Jalan Kecamatan Kesamben dan Selopuro yang kondisinya banyak tikungan serta berkelok-kelok.

Selain jalan yang menikung juga kondisi jalur yang menanjak dan menurun. Bila pengemudi tidak konsentrasi bisa sangat berbahaya, terutama dalam kondisi ramai kendaraan.

Anggit menyebut, jalan nasional Talun-Garum juga dianggap rawan kecelakaan. Ada beberapa factor.

Diantaranya kondisi jalan yang lurus dan bebas hambatan, serta kondisi jalan bergelombang. Khususnya di jalan masuk Desa Pasirhajo, Kendalrejo Kecamatan Talun dan Desa Bence, Kecamatan Garum.

Jalan lurus memicu pengendara untuk memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi. “Saat ditinjau jalur nasional pada 3 desa itu juga banyak gangguan lain, seperti banyak warga yang lalu lalang menyeberang.

Sehingga, kadang pengendara kurang konsentrasi. Bahkan kecelakaan di jalan nasional ini mengakibatkan fatalitas berat hingga meninggal dunia,” jelasnya.

Pihaknya telah membentuk tim reaksi cepat untuk menangani kecelakaan selama Operasi Ketupat Semeru 2024.

Selain itu juga mengimbau warga agar selalu hati-hati dan waspada saat ingin menyeberang jalan.

Sementara Kabid Lalu Lintas, Dishub Kabupaten Blitar Anjar Eko Juli Admanto menegaskan beberapa titik rawan laka yang telah dipetakan, seperti di jalan tikungan Selopuro - Brongkos, jalan raya Talun- Garum, hingga Jalan raya Kesamben - Selorejo.

“Kami sudah memitigasi jalur-jalur rawan kecelakaan, dengan memasang rambu peringatan rawan kecelakaan,” pungkasnya. (jar/ady)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#satlantas #lebaran #polres blitar #laka lantas