BLITAR - Puluhan ribu masyarakat di Kabupaten Blitar menunggak alias belum menunaikan kewajiban membayar iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Hingga Maret 2024, nilainya tembus Rp 51 miliar. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kediri, Tutus Novita Dewi menuturkan, sampai Maret tahun ini peserta JKN yang menunggak cukup banyak. “Jumlah totalnya ada 72.231 peserta. Dengan nominal sekitar Rp 51 milyar,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, anggaran yang digunakan untuk pelayanan kesehatan di wilayah Bumi Penataran cukup banyak.
Pada tahun lalu, mulai dari Januari hingga 31 Desember, lebih dari Rp 298 miliar sudah dikeluarkan untuk pelayanan kesehatan.
“Anggaran itu belum termasuk tahun ini. Januari sampai 31 Maret tahun ini saja sudah menelan anggaran kurang lebih sebesar Rp 85 Miliar,” jelasnya.
Uang tersebut digunakan untuk berbagai penanganan sejumlah penyakit melalui proses layanan rawat jalan dan rawat inap.
Untuk kasus rawat jalan, sambung Tutus, seperti kontrol ulang penyakit kronis, rehabilitasi medik, hemodialisis, perawatan luka, prosedur pemeriksaan mata, pemeriksaan jantung, USG kehamilan, dan rehab medik.
“Sedangkan untuk rawat inap itu ada beberapa seperti, operasi section caesarea (SC) yang tanpa komplikasi, persalinan, infeksi bakteri dan penyakit, pneumonia ringan, penyakit THT, dan penyakit diabetes melitus,” ujarnya.
Kendati demikian, BPJS Kesehatan tidak hanya diam. Tutus mengungkapkan BPJS Kesehatan juga berupaya untuk mengingatkan dan mengedukasi peserta yang menunggak iuran agar segera membayar tunggakan iurannya.
“Kami juga berupaya untuk mengingatkan peserta yang menunggak iuran dengan cara menelepon, melakukan penagihan melalui kader JKN, serta menyampaikan cara pembayaran tunggakan iuran secara bertahap melalui program rencana pembayaran bertahan (Rehab).
Dalam hal ini kami tentu menggandeng perbankan dan payment point online bank (PPOB)”, jelas Tutus.
Lebih lanjut, Tutus mengatakan bahwa sampai Maret tahun ini ada kenaikan yang cukup banyak dalam pendaftaran di BPJS Kesehatan.
“Kalau kenaikan itu tentu ada, di bulan Maret ini saja ada kenaikan jumlah peserta sebanyak 12.848 jiwa”, terangnya.
Dengan adanya penambahan ini, total peserta BPJS Kesehatan Program JKN di Kabupaten Blitar sudah sentuh angka 902.044 jiwa. (mg2/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila