Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Siap-Siap Pakai Biaya Mandiri, Rencana Renovasi Pasar Ikan Hias di Blitar, Pedagang Bakal Direlokasi Sementara

M. Luki Azhari • Rabu, 17 April 2024 | 18:00 WIB
Kios ikan hias di Kota Blitar
Kios ikan hias di Kota Blitar

BLITAR - Pembangunan Pusat Informasi Agribisnis Ikan Hias (PIAIH) Kota Blitar dipastikan berlangsung tahun ini.

Ada tiga kios di sisi selatan yang bakal dibongkar. Pedagang di kios tersebut nantinya direlokasi di area dalam sisi utara.

Pedagang mengatakan, kios sementara nantinya menggunakan dana dari kantong pribadi. Pemerintah hanya menyediakan tempat bersifat semipermanen.

"Selama di sini dibangun, relokasi nanti di utara. Kemungkinan pakai uang pribadi," ujar seorang pedagang yang enggan disebut namanya ini, Selasa (16/4).

Meski mendapat tempat berdagang sementara, pedagang berharap pemerintah tetap membantu penataan agar lahan relokasi sementara tersebut layak. Selain itu, ikut mempromosikan usaha pedagang.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar, drh Dewi Masitoh, membenarkan bahwa memang tidak ada alokasi anggaran untuk relokasi sementara.

Namun, pihaknya sudah menyiapkan tempat relokasi semipermanen di sebelah utara area kios sisi timur.

"Jadi kami tidak ada dana relokasi, tapi kami beri tempat semipermanen di utara kios yang ada di timur. Yang kosong itu untuk semipermanen. Masuk di area dalam," jelasnya.

Selama pasar direvitalisasi, lanjut dia, pedagang menyetujui terkait rencana relokasi sementara. Pihaknya meminta pedagang bersabar ketika pembangunan berlangsung. "Kami komitmen, nanti kalaupun ada yang bisa dipakai saat pembongkaran, bisa dipakai," terangnya.

Renovasi tersebut masuk 10 proyek strategis pemkot tahun ini. Pagu anggaran yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar untuk revitalisasi yakni sebesar Rp 2,3 miliar (M) dari APBD 2024.

Pusat perdagangan ikan hias itu memang tampak rapi dari area depan. Namun perlu perawatan lebih, utamanya di area dalam pasar.

Maklum saja, sejak 33 tahun terakhir, belum pernah ada pemeliharaan signifikan terhadap pasar tersebut. Tak pelak jika para pedagang meminta pembangunan dapat segera dilakukan.

Sebab, rencana revitalisasi itu sudah menjadi isu lama. Saat ini proses pembangunan pasar ikan hias tersebut masih dalam tahap review jelang lelang.

"Supaya lebih tertata dan berkembang lagi. Karena ini terkait dengan status Blitar yang pada munas APKI (Asosiasi Pecinta Koi Indonesia) ditetapkan sebagai Ibu Kota Koi Indonesia," tandasnya. (luk/c1/sub)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#PIAIH #kios #pedagang #Kota Blitar