BLITAR - Ketupat tidak selalu diisi dengan olahan beras. Namun, bisa dicampur dengan cokelat sehingga menjadi ketupat cokelat.
Perayaan hari ketujuh Idul Fitri di Kabupaten Blitar ada yang berbeda, tepatnya di kawasan wisata Kampung Coklat, Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan.
Mereka membuat ketupat cokelat yang dikirab mengelilingi kawasan wisata tersebut,Rabu (17/4). Puluhan wisatawan di Kampung Coklat memang sengaja datang untuk melihat dan berebut ketupat cokelat.
Wisatawan sudah menempati kursi-kursi yang ada di depan panggung kirab sejak pukul 09.00 WIB. Namun saat itu panitia masih melakukan gladi resik.
Lalu, satu jam kemudian, kirab baru dimulai dengan rombongan berjalan dari depan pintu masuk utama Kampung Coklat menuju pintu kedua yang berjarak 100 meter ke barat.
Terdepan rombongan kirab ada ketupat cokelat yang dikemas dengan tumpeng besar dan diikuti rombongan yang membawa seserahan berisi ketupat serta buah.
Setelah itu, di belakangnya ada sepasang laki-laki dan perempuan memakai pakaian pengantin Jawa. Ternyata kedua orang itu merupakan anak dari pemilik Kampung Coklat, Kholid Mustofa.
Lantas, rombongan kirab masuk kawasan wisata Kampung Coklat dan berhenti di area panggung untuk mengikuti proses selamatan. Selamatan dilakukan sekitar 30 menit hingga akhirnya tumpeng ketupat cokelat itu dibawa ke tengah wisatawan.
Sontak puluhan wisatawan langsung berebut ketupat cokelat, bahkan aksi berdesakan tidak terhindarkan. Untungnya tidak ada korban dalam perebutan makanan tersebut.
Beberapa pengunjung ada yang mendapatkan dua hingga belasan ketupat. Ada yang langsung dimakan di tempat, ada juga yang dibawa pulang.
Meskipun begitu, sisa dari tumpeng ketupat cokelat itu masih dibagikan kepada wisatawan. Dengan disajikan beberapa hidangan, ketupat cokelat di mangkuk itu tidak sendirian. Ditemani masakan opor ayam, khas masakan untuk ketupat.
“Kirab tumpeng ketupat cokelat ini sudah menjadi acara rutin di Kampung Coklat. Tujuannya untuk melestarikan budaya Jawa. Selain itu, kegiatan ini disengaja sebagai simbol bersyukur dan berbagi kepada masyarakat dan wisatawan,” ujar pemilik Kampung Coklat, Kholid Mustofa.
Kholid menyebutkan, kirab tumpeng ketupat cokelat rutin digelar sejak lima tahun lalu, bersamaan dengan Lebaran Ketupat. Tahun ini, ada sekitar 2 ribu ketupat cokelat matang yang dijadikan gunungan untuk dikirab.
Ada juga sekitar 500 porsi ketupat siap santap yang dibagikan kepada pengunjung secara gratis. Pihak Kampung Coklat menyiapkan kegiatan ini selama dua hari.
Bagi dia, adanya agenda tumpeng ketupat cokelat juga menjadi daya tarik bagi pengunjung. Bahkan tidak sedikit pengunjung dari luar kota datang untuk melihat langsung kirab tumpeng ketupat cokelat tersebut.
"Alhamdulillah, antusiasme pengunjung tinggi sejak H+3 Lebaran hingga hari ini (kemarin, Red). Ada lebih dari 7 ribu pengunjung datang. Ini juga menjadi ajang mengenalkan wisata Kampung Coklat ke masyarakat luas," ungkapnya.
Wisatawan asal Kecamatan Binangun, Retno Sulistyowati, datang di Kampung Coklat sejak pukul 08.00 WIB. Dia sengaja datang khusus untuk melihat acara kirab tumpeng ketupat cokelat.
Tidak rugi karena rumahnya yang jauh, dia berhasil merebut empat ketupat cokelat dari gunungan tumpeng tersebut. Satu biji ketupat langsung dimakan dan rasanya memang berbeda dengan yang biasanya.
“Saya makan ketupat cokelat, rasanya enak dan terasa cokelatnya. Memang terlihat dari warna ketupatnya yang cokelat. Ini kali pertama saya ikut kegiatan rebutan ketupat cokelat ini. Mungkin tahun depan akan ikut lagi,” pungkasnya.(*/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila