BLITAR - Upaya meramaikan lantai dua Pasar Legi terus dilakukan pemerintah Kota Blitar. Pedagang maupun pemerintah ingin pasar besar di Kota Blitar kembali ramai.
Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan membuka kesempatan para investor untuk menanamkan modal.
Dalam hal ini, dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) dan dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP) telah berkoordinasi.
Sejak diresmikan oleh Pemkot Blitar pada 2022 lalu, kios lantai dua Pasar Legi hingga kini masih sepi. Banyak pedagang yang meninggalkan pasar usai insiden kebakaran hebat pada 2016 lalu dan diperparah dengan dampak pandemi Covid-19.
"Kami dorong pasar tradisional, utamanya Pasar Legi bisa seperti dulu, tumbuh kembang jadi sentra pasar seperti era sebelum terbakar. Meski butuh perjuangan tidak gampang," ujar Kepala Dinas DPMPTSP Kota Blitar Heru Eko Pramono, kemarin (16/4).
Sebelumnya, Disperindag Kota Blitar berencana menggandeng DPMPTSP Kota Blitar untuk menjaring calon investor. Penanam modal itu diharapkan bisa menggeliatkan kembali perdagangan di lantai dua.
Heru mengaku sempat ada dua hingga tiga calon investor yang tertarik menempati lantai atas pasar itu. Tetapi tak kunjung ada sinyal kerja sama yang pasti dari calon investor tersebut.
"Sudah ada yang ingin gabung. Cuma, mereka pernah lihat, tapi akhirnya belum bisa dihubungi lagi. Tidak batal, tapi masih wait and see karena mereka bawa modal tidak sedikit," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Blitar Hakim Sisworo menyebut bahwa terus berusaha melakukan pemerataan sektor perdagangan di pasar. Termasuk Pasar Legi.
Dengan fasilitas dan sarpras yang mendukung, lantai dua tersebut sejatinya mumpuni untuk dimanfaatkan. "Kami sudah bilang ke DPMPTSP kalau misalkan ada investor," ucapnya beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, terang Hakim, pihaknya masih koordinasi dengan salah satu departement store agar bisa memanfaatkan saat Ramadan. Namun, itu belum terealisasi. Pihaknya tetap membuka kesempatan bagi calon penanam modal untuk mengembangkan usahanya di lantai dua.
"Sambil jalan, kami benahi untuk persediaan air (hydrant) kalau sewaktu-waktu diperlukan. Karena sebelumnya, air di pasar kurang maksimal. Juga ganti kabel-kabel listrik yang standar," tandasnya. (luk/c1/sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila