BLITAR - Pembangunan tahap II Alun-Alun Kota Blitar masih tahap perencanaan dokumen oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar. Rencananya, pembangunan bakal dimulai setelah rangkaian event besar yang diselenggarakan di sarana publik tersebut tuntas.
“Proyek pembangunan tahap II tersebut dilaksanakan setelah alun-alun steril dari berbagai event. Dengan begitu, pembangunan bisa berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti,” ungkap Kepala DLH Kota Blitar Jajuk Indihartati, Rabu (17/4).
DLH memaklumi bahwa alun-alun memang menjadi pusat keramaian masyarakat. Tak jarang juga dijadikan pusat penyelenggaraan sejumlah event besar tingkat regional hingga nasional.
Di samping itu, alun-alun kini telah memiliki fasilitas anyar yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Jajuk, sapaan akrabnya, mengaku sudah mempertimbangkan adanya sejumlah event yang bakal berdampak pada proses pembangunan tahap II alun-alun. Termasuk mempertimbangkan durasi pekerjaan konstruksi. ”Ya paling tidak 5 bulan pengerjaan sudah selesai,” ungkapnya.
DLH akan memulai pengerjaan setelah berbagai event yang diselenggarakan di alun-alun tuntas. Berdasarkan agenda event daerah, event berskala besar bakal diselenggarakan antara Mei-Juli. ”Nanti kami mulai lelangkan fisiknya setelah event-event itu berakhir,” ujarnya.
Apabila durasi pekerjaan ditarget tuntas dalam waktu lima bulan, maka pembangunan dimulai Agustus. Pada tahap II, DLH akan merehab bangunan alun-alun sisi barat dan utara.
Selain itu juga area jogging track. DLH mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar (M) untuk pembangunan tahap kedua.
DLH optimistis proyek pembangunan tahap II alun-alun berjalan sesuai target. Tidak ada kendala berarti selama proses pembangunan. Berkaca pada pembangunan tahap I, DLH akan meningkatkan monitoring dan pengawasan agar progres pembangunan berjalan sesuai kontrak.
”Pembangunan tahap I lalu kami jadikan evaluasi sehingga pembangunan di tahap II bisa lebih baik,” ujarnya.
Sebelumnya, DLH sudah melakukan pembangunan pada tahap I. Meliputi pembangunan titik nol, ruang ekspresi, air mancur, taman, dan sebagainya.
Beberapa spot akan tampak lebih indah ketika malam hari karena dihiasi dengan lampu warna-warni. Anggaran untuk pembangunan tahap pertama sebesar Rp 3,6 M. (sub/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila