Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Tersebar di 154 Titik, Layanan Wifi di Kabupaten Blitar Sedot Rp 196 Juta, Dimanfaatkan untuk Hal Ini

Mohammad Syafi'uddin • Kamis, 18 April 2024 | 19:00 WIB

 

ilustrasi wifi
ilustrasi wifi

BLITAR - Pemerintah Kabupaten Blitar menganggarkan ratusan juta untuk perawatan wifi yang tersebar di ratusan titik di Bumi Penataran. Itu terdiri dari wifi untuk fasilitas publik dan wifi kantor pemerintahan.

Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotiksan) Kabupaten Blitar, Heli Ratnawati Ana Yuhana, mengungkapkan bahwa untuk perawatan jaringan ini pemerintah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 196 juta dalam setahun.

“Itu untuk perawatan semua jaringan di wilayah Kabupaten Blitar. Seperti biaya perbaikan putus kabel, bongkar alat atau ganti alat. Dan kesemuanya itu terdiri dari fasilitas publik dan kantor pemerintahan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Heli menjelaskan, wifi fasilitas publik kini tersebar di 22 titik. Mulai dari ruang terbuka hijau (RTH) seperti Taman Sukarni, RTH Wlingi, dan RTH Kanigoro. Selain itu, pemerintah juga memberikan fasilitas untuk sejumlah tempat ibadah.

Heli menyebut jumlah total jaringan nirkabel ini ada 154 titik. Artinya, 132 titik wifi berada di kator pemerintahan.

Walaupun begitu, dia menjelaskan bahwa diskominfotiksan lebih rutin melakukan pengecekan wifi publik. Alasannya karena wifi publik tidak memiliki piranti pengaman khusus seperti wifi kantor pemerintah. 

“Wifi fasilitas publik itu setidaknya sebulan sekali kami cek, beroperasi secara normal atau tidak. Sedangkan untuk luas jarak itu memang sengaja dibatasi.

Walaupun begitu, ketika kantor dinas tutup atau tidak beroperasi, kekuatan jaringan kami arahkan ke wifi publik,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa butuh anggaran besar untuk perbaikan wifi di kawasan Bumi Penataran. Seperti yang terjadi hari ini (17/4), diskominfotiksan mendapat laporan bahwa wifi di Pendapa Ronggo Hadi Negoro mati.

“Selain itu, ada lagi. Itu di ruang farmasi Garum. Dana yang ada kami gunakan untuk perawatan-perawatan yang dibutuhkan. Seperti putus kabel, alat rusak,” jelasnya.

Dia mengaku bahwa selama ini dinas langsung memonitoring semua wifi publik. Berbekal komputer kantor,  semua data wifi di kabupaten diamankan. Bahkan jika di lokasi wifi mati, server kantor akan memberikan kode berupa warna merah pada list jaringan wifi yang tersimpan di komputer.

Trouble wifinya itu macam-macam. Seperti di RTH Kanigoro itu, yang unik jika ada trouble hampir tentu disebabkan oleh semut. Soalnya di sana banyak pepohonan yang menjadikan pohon sebagai sarangnya,”
 jelasnya. (mg2/c1/hai)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#perawatan #Kabupaten Blitar #Diskominfotiksan #wifi