BLITAR - Momentum libur Lebaran tahun ini tampaknya kurang menggairahkan bagi sektor pariwisata di Kota Blitar. Sebab, tingkat kunjungan wisatawan di Kota Blitar, khususnya di Makam Bung Karno (MBK) dan objek wisata lain, terpantau landai.
Tidak ada lonjakan kunjungan yang signifikan. Kondisi tersebut berbeda ketika momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024 beberapa waktu lalu yang ramai pengunjung.
”Untuk libur Nataru kemarin terlihat kenaikannya. Sementara jika dibanding libur Lebaran tahun lalu, sedikit lebih ramai. Mungkin karena pengaruh tahun politik,” ungkap Kasi Sarpras Kawasan Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar, Kahfi Annezar, kepada Jawa Pos Radar Blitar Kamis (18/4).
Landainya kunjungan wisata tersebut, jelas Kahfi, juga karena faktor keberadaan spot ataupun objek wisata anyar di Blitar. Salah satu spot baru yang menyedot perhatian masyarakat adalah jalur lintas selatan (JLS) yang menyuguhkan panorama pantai selatan Blitar.
”Sepertinya konsentrasi masyarakat terpecah ke sana. Banyak yang penasaran. Infonya memang ramai di sana,” ujarnya.
Meskipun begitu, wisata MBK tetap tidak pernah sepi pengunjung. Terpantau di hari ketiga Lebaran mulai banyak pengunjung yang datang.
”Ya, mulai Lebaran hari ketiga sudah terlihat ramai pengunjung yang datang. Ada sekitar 8 bus yang membawa rombongan wisatawan,” terangnya.
Sebagian besar wisatawan yang datang merupakan wisatawan dari Jawa Barat. Tujuan utamanya adalah berziarah ke makam presiden pertama RI tersebut. Sementara pengunjung lainnya merupakan warga lokal.
Berdasarkan pantauan disbudpar, jumlah kunjungan wisata di MBK berkisar 800-1.000 pengunjung.
Jika dibandingkan momen libur Lebaran tahun lalu bisa mencapai 1.000 lebih pengunjung. Meski kunjungan landai, pelayanan terhadap wisatawan tetap maksimal.
Baca Juga: Libur dan Cuti Lebaran, Layanan IGD RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar Buka 24 Jam, Simak Penjelasannya
Selain MBK, objek wisata yang banyak menyedot perhatian masyarakat yakni Water Park Sumber Udel dan Masjid Ar Rahman.
Mayoritas merupakan wisatawan lokal yang datang dari luar kota. Seperti Malang, Surabaya, hingga Tulungagung. (sub/c1/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila