BLITAR - Pedagang di Pusat Informasi Agribisnis Ikan Hias (PIAIH) Kota Blitar atau pasar ikan merespons positif rencana perombakan pasar yang bakal dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar.
Mereka enggan ambil pusing meski relokasi sementara menggunakan biaya dari kantong pribadi untuk pembangunan yang akan dilakukan tahun ini.
Ada tiga kios di sisi selatan yang akan dirobohkan. Otomatis, para penyewa kios akan direlokasi sementara ke sebelah utara. Mereka menempati kios semipermanen selama pembangunan proyek fisik berjalan.
"Kami usul direlokasi sementara di utara ruang tersisa, untuk tiga kios masih cukup. Obrolan terakhir, kios bikin mandiri, semipermanen," ujar salah satu pedagang kepada Koran ini, Kamis (18/4).
Pihaknya berlapang dada apabila nanti harus membangun lapak sementara. Dia tidak terlalu menuntut soal pembiayaan relokasi tersebut. Menurut dia, banyak tugas yang dilakukan pemerintah dan tak hanya berkutat pada pembangunan pasar ikan.
"Pemerintah banyak yang diurusi, banyak yang lain. Kami ambil jalan tengah saling menghargai. Saya menghargai pemerintah. Saya berupaya tidak kecewa, tapi tetap minta tolong, kami tetap dipikirkan," beber pria yang enggan namanya dikorankan ini.
Penataan ulang PIAIH Kota Blitar ini menelan biaya yang tidak sedikit. Besaran anggaran revitalisasi mencapai Rp 2,3 miliar (M) bersumber dari APBD 2024.
Anggaran tersebut salah satunya untuk memperluas area parkir dalam dan memoles pintu masuk sisi selatan. Selain itu, menambah fasilitas penunjang di area dalam.
Pria yang sudah berdagang selama hampir 10 tahun ini menyambut baik pembangunan tersebut. Dia memprediksi renovasi pasar ikan hias membawa dampak positif untuk para pedagang. Melalui fasilitas yang lebih lengkap dan wajah baru, dia berharap mampu mendatangkan keuntungan.
"Selain itu, kami berjualan di sini bukan cuma cari keuntungan, tapi sesuai keinginan pemerintah yang lalu. Seperti nama pasar, namanya pusat informasi agribisnis ikan hias," tandasnya.
Sebelumnya, Kepala DKPP Kota Blitar Dewi Masitoh membenarkan bahwa memang tidak ada alokasi khusus untuk membangun kios sementara. Dinas hanya memfasilitasi pedagang yang terdampak pembangunan dengan area di sisi utara pasar.
"Mereka sudah setuju. Dan, kami minta bersabar. Kami komitmen untuk kemajuan pasar ikan hias. Nah, nanti selama pembongkaran pun kalau material ada yang bisa dipakai, bisa dipakai," terangnya.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Blitar Yohan Tri Waluyo menyebut segera membahas proyek tersebut melalui rapat internal komisi ataupun melibatkan DKPP Kota Blitar.
Dia menilai rencana pembangunan pasar harus maksimal karena menelan anggaran yang tidak sedikit.
"Mungkin minggu depan kami akan bahas. Masih mau kami rapatkan. Ini saya sudah minta RAB, desain, dan lain-lain terkait PIAIH," paparnya. (luk/c1/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila