BLITAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar berencana menambah fasilitas penunjang wisata di jalur lintas selatan (JLS).
Termasuk rest area dan terminal pariwisata yang diperkirakan rampung tahun ini. Menambah daya tarik wisatawan dilakukan karena wisata alam masih menjadi favorit masyarakat lokal.
“Kami sudah menyiapkan masterplan atau detail engineering design (rancang bangun rinci, Red) dengan titik-titik wisatanya. Bahkan, kami juga sedang merancang terminal wisata yang bentuknya mungkin lebih kecil dari rest area,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso.
Dia melanjutkan bahwa telah melakukan komunikasi dengan dinas lingkungan hidup (DLH) dan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) untuk memperindah lokasi wisata.
Tentu termasuk pembangunan terminal wisata dan rest area tersebut. Rencananya, terminal wisata akan dibangun lebih dulu daripada rest area.
Suhendro mengatakan, pembangunan terminal wisata butuh pertimbangan lokasi. Dari 163 kilometer (km) JLS yang direncakan, masih terbangun 12,6 km yang menghubungkan Pantai Tambakrejo–Pantai Serang. Setelah Pemkab Blitar melakukan survei lokasi, dimungkinkan yang layak untuk dibangun terminal wisata di sekitar Pantai Pudak.
“Awalnya kami survei lokasi untuk mencari lokasi rest area yang cocok, ketemu di Pantai Pudak, namun kondisinya tidak mencukupi untuk dijadikan rest area. Maka dari itu, kami sebut terminal wisata yang hanya bisa menampung beberapa kendaraan wisata,” ungkapnya.
Hendro, sapaan akrabnya, akan mencari lokasi rest area yang cukup luas dan cocok untuk menampung banyak kendaraan wisatawan.
Tentu rest area akan dibuat di titik antara pantai sehingga wisatawan dapat istirahat sebelum atau sesudah dari area wisata.
Disbudpar akan berkolaborasi dengan sejumlah pihak untuk mempercantik pantai. Saat ini, beberapa pantai yang telah dikelola mendapatkan perhatian Pemkab Blitar.
Nantinya dengan adanya perbaikan ini, wisatawan diharapkan bisa mendapatkan pengalaman yang mengesankan saat berkunjung ke pantai di sekitar JLS Blitar.
“Kami sudah buatkan gambaran supaya indah. Tanamannya yang menanam DLH, tapi kami yang membuat konsep. Rest area-nya, kami akan menyampaikan detail konsepnya yang bagus seperti, ini lo yang bangun PU,” tutur Suhendro.
Pihaknya tahun ini akan fokus kepada pembinaan sumber daya manusia (SDM) yang mengelola wisata agar dapat seimbang. Di samping juga fokus akses jalan dan potensi wisata yang unggul.
Menurutnya, SDM wisatanya harus dibekali dengan ilmu yang cukup untuk mengelola dan mempromosikan wisata.
Adanya pembinaan wisata ini agar pantai yang belum ada pengelolanya bisa terorganisasi dan nantinya dapat diresmikan. (jar/c1/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila