BLITAR - Beberapa penyakit patut diwaspadai masyarakat Kabupaten Blitar usai Lebaran. Yakni infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare. Dua penyakit ini dipicu konsumsi makanan dan minuman manis.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Christine Indrawati mengatakan, ada beberapa penyakit yang biasanya banyak dikeluhkan dan harus diwaspada usai lebaran.
ISPA memunculkan kekhawatiran yang signifikan. Dalam penilaiannya, ISPA merupakan salah satu penyakit yang perlu mendapat perhatian serius.
“ISPA seperti flu serta batuk yang disebabkan oleh konsumsi minuman manis dan dingin dalam jumlah berlebihan. Selain itu, ISPA juga disebabkan banyaknya mobilitas bertemu banyak orang tanpa penggunaan masker,” ujar Christine.
Dia melanjutkan, bahwa masyarakat perlu menyadari bahwa ISPA bukan sekadar masalah biasa. Justru dapat menjadi serius terutama jika tidak ditangani dengan tepat.
Bahkan penderita ISPA hampir setiap tahun meningkat, terutama usai lebaran. Penggunaan masker perlu bagi masyarakat pengidap ISPA.
Diare juga menjadi salah satu penyakit yang memerlukan perhatian khusus usai Lebaran. Christine menjelaskan bahwa gejala diare meliputi perut kembung, kram, dan frekuensi buang air besar yang meningkat. Kondisi itu sering mengganggu kenyamanan.
"Diare dapat mengakibatkan dehidrasi dan kehilangan elektrolit yang signifikan jika tidak ditangani dengan baik juga fatal. Penyebab diare, karena perubahan pola makan pasca puasa serta makanan dan minuman yang terpapar bakteri,” ungkapnya.
Tidak hanya dua penyakit itu, penyakit lain seperti hipertensi dan diabetes juga patut menjadi perhatian. Terlebih bagi mereka yang memiliki riwayat darah tinggi.
Jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak dan tinggi gula, seperti kue Lebaran yang dapat meningkatkan tekanan darah dan kadar gula darah yang berlebihan.
Dinkes Kabupaten Blitar akan terus melakukan monitoring dan pengawasan terhadap situasi kesehatan pasca lebaran.
Hal itu untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan kasus penyakit yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.
Christine menambahkan bahwa selama periode Lebaran kemarin, pihaknya tidak menerima laporan dari tenaga kesehatan mengenai kejadian adanya penyakit darurat.
Meskipun demikian, dia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan gejala-gejala penyakit pasca-Lebaran.
“Informasi dari laporan 5 pos pengamanan, aman aman saja. Tidak banyak kejadian atau gangguan yang dialami masyarakat saat melakukan aktivitas mudik/balik. Hanya ada 2 kasus kecelakaan lalu lintas yg bisa ditangani langsung dilokasi pos,” pungkasnya. (jar/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila