BLITAR - Momen libur panjang Lebaran 2024 tidak berdampak pada pendapatan Kolam Renang Penataran. Bahkan, jumlah pengunjung tahun ini tidak sebanding dengan tahun sebelumnya.
Direktur Utama BUMDesma Amanah Sejahtera, Pengelola Kolam Renang Penataran, Muhammad Fakih Huddin mengatakan, pendapatan yang berhasil dikumpulkan lebih sedikit dari tahun lalu. Padahal, pada momen Lebaran tahun lalu, kunjungan per hari bisa mencapai 3.000 orang.
"Dibandingkan Lebaran tahun lalu mengalami penurunan. Per hari ini hanya dapat 1.500 orang. Itu sudah turun setengahnya," ujarnya.
Dia mengungkapakan, perhitungan ini merupakan hasil tabulasi tiga hari setelah libur Lebaran. Dimulai dari Sabtu hingga Senin (15/4).
Soalnya, pada Kamis dan Jum'at, pengunjung yang datang tidak sebanyak tiga hari tersebut. Bahkan jumlah pengunjungnya lebih kecil.
"Sebenarnya sudah kita programkan. Liburan pertama itu libur dan mulai buka Kamis hingga Senin dengan target per hari 3.000 pengunjung," lanjutnya.
Keputusan tersebut diambil karena Senin merupakan tanggal terakhir cuti bersama. Dengan begitu, kebanyakan masyarakat sudah mulai beraktivitas kerja seperti sebelumnya pada Selasa.
Dengan berkurangnya pengunjung ini, omzet yang didapatkan juga turut menurun. Kini, omzet BUMDesma dari usaha kolam renang ini hanya mencapai angka Rp 67.500.000 selama tiga hari.
"Pendapatan itu belum terpotong biaya operasional. Padahal, biaya operasional itu juga besar selama Lebaran," akunya.
Fakih menduga penurunan omzet ini disebabkan oleh beberapa hal. Seperti cuaca yang tidak mendukung karena kawasan Penataran sering hujan saat sore. Selain itu, antusiasme masyarakat masih condong ke jalur lintas selatan (JLS) Kabupaten Blitar.
" Kamis dan Jumat itu masyarakat masih banyak yang berlibur ke sanak famili. Sedangkan Sabtu, Minggu, dan Senin, cuaca tidak mendukung dan kolam renang itu enggak cocok saat hujan. Sehingga jika sudah mendung, orang yang berniat datang sudah enggan untuk datang lagi," keluhnya.
Fakih mengenangkan momen Lebaran tahun lalu. Kala itu, cuaca selalu cerah setiap sore. Dengan begitu, pengunjung kolam renang bisa mencapai 3.000 orang per hari dengan perkiraan omzet sekitar Rp 135 juta selama tiga hari.
Kendati demikian, dia optimistis bahwa nantinya masyarakat akan kembali ke wisata terdekat. Dia memperkirakan antusiasme masyarakat ke JLS hanya bersifat sementara karena faktor penasaran.
"Sekarang ini itu sudah banyak kolam renang di Kabupaten Blitar. Makanya untuk meningkatkan pengunjung nanti, kita tingkatkan fasilitas dan layanan di Kolam Renang Penataran,"pungkasnya. (mg2/c1/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila