Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ini Tahun Kedua, Ratusan Penari Se-Jatim Berkompetisi di Ajang Blitar Menari

M. Subchan Abdullah • Senin, 22 April 2024 | 17:50 WIB
Para peserta Blitar Menari sedang unjuk kebolehan pada kompetisi ini.
Para peserta Blitar Menari sedang unjuk kebolehan pada kompetisi ini.

KOTA BLITAR -Event Blitar Menari kembali digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar tahun ini.

Pada tahun kedua ini, bukan hanya sekedar menampilkan berbagai kreasi tari, juga diramaikan lomba tari tingkat Jawa Timur (Jatim).

Ratusan peserta dari sejumlah daerah di Jatim antusias memeriahkan event tersebut. Wali Kota Blitar Santoso membuka secara langsung lomba yang dipusatkan di Gedung Kesenian Aryo Blitar.

Santoso mengapresiasi event Blitar Menari tersebut. Apalagi, tahun ini digelar dengan konsep berbeda, yakni dengan lomba menari se-Jatim memperebutkan Piala Wali Kota.

“Ini sangat menarik dan termasuk kegiatan positif. Sebab, pesertanya melibatkan anak-anak,” ujarnya, kepada kemarin (21/4).

LESTARIKAN SENI TARI: Wali Kota Blitar Santoso memukul gong disaksikan jajaran pejabat pemkot dan  panitia Blitar Menari 2 di Gedung Kesenian Aryo Blitar, kemarin (21/4).
LESTARIKAN SENI TARI: Wali Kota Blitar Santoso memukul gong disaksikan jajaran pejabat pemkot dan panitia Blitar Menari 2 di Gedung Kesenian Aryo Blitar, kemarin (21/4).

Event ini, tegas Santoso, bisa menjadi wadah bagi anak-anak yang memiliki hobi atau talenta menari.

Secara tidak langsung juga melestarikan seni dan budaya Indonesia khususnya di Kota Blitar.

“Ini sekaligus membudayakan tari-tarian tradisional kepada generasi muda. Karena itu harus diselenggarakan tiap tahun,” ungkapnya.

Menurut dia, event seni dan budaya yang diselenggarakan Pemkot Blitar merupakan bagian dari implementasi Tri Sakti Bung Karno.

Salah satunya adalah Berkepribadian di Bidang Kebudayaan.

“Maka itu, kami ingin Kota Blitar bisa menjadi pelopor dalam berkebudayaan melalui agenda event tahunan seperti ini,” katanya.

Pemkot menargetkan event Blitar Menari semakin semarak tiap tahunnya. Mengusung konsep lebih menarik dan berkualitas sehingga bisa dilirik daerah lain. Peserta yang mengikuti lebih banyak.

Lomba menari tahun ini diikuti 150 peserta. Sebagian peserta datang dari luar daerah seperti Malang, Banyuwangi, Surabaya, hingga Probolinggo.

Mereka ada yang tampil secara individu maupun berkelompok.

Ketua Panitia Blitar Menari Ivan Leksana mengungkapkan, antusias peserta yang mengikuti lomba menari Piala Wali Kota cukup tinggi. Terbukti ada ratusan peserta mendaftar untuk berkompetisi.

“Awalnya ada 300 lebih peserta yang mendaftar. Namun karena keterbatasan waktu, jumlah peserta kami batasi sekitar 150 peserta,” terangnya.

Para peserta datang dari 11 daerah di Jatim. Lomba menari melibatkan peserta dari lintas generasi, yakni mulai anak-anak tingkat PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA, serta kategori umum.

Menurut Ivan, lomba menari ini bisa menjadi ajang untuk menyalurkan bakat generasi muda khususnya anak-anak di bidang seni dan budaya. Event ini bisa menjadi sarana untuk melestarikan seni tari tradisional.

“Mulai dari tarian basik hingga tarian khas daerah. Jadi ini juga wadah untuk meningkatkan kemampuan dan kreatifitas mereka,” ungkap pria yang juga ketua Paguyuban Kelompok Jaranan (Pakoja) Kota Blitar ini.

Melalui event tersebut diharapkan kesenian khususnya seni tari tetap eksis. Dengan begitu, seni tari tetap bisa dinikmati generasi masa depan.

“Kalau bukan anak-anak muda dan seniman muda, siapa lagi yang melanjutkan seni tari ini. Mereka harus menjadi garda depan untuk melestarikan seni dan budaya daerah,” tandasnya. (sub/ady)

Editor : Anggi Septian A.P.
#blitar menari #santoso #tari #piala wali kota #jatim