Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

PR Dinas Lingungan Hidup Kota Blitar, Hampir Seratus RW di Kota Blitar Tak Memiliki Bank Sampah

M. Luki Azhari • Selasa, 23 April 2024 | 20:21 WIB
BLITAR JAGA LINGKUNGAN: Pengunjung Taman Kebon Rojo Kota Blitar membuang botol minuman plastik ke tempat sampah, kemarin (22/4).
BLITAR JAGA LINGKUNGAN: Pengunjung Taman Kebon Rojo Kota Blitar membuang botol minuman plastik ke tempat sampah, kemarin (22/4).

KOTA BLITAR - Masih ada sejumlah RW di Bumi Bung Karno yang hingga awal tahun ini belum memiliki bank sampah mandiri.

Hal ini jadi pekerjaan rumah alias PR bagi Dinas Lingungan Hidup (DLH) Kota Blitar agar akses bank sampah makin merata.

Apalagi bank sampah memiliki fungsi penting untuk keberlangsungan pengolahan sampah.

Penyuluh Ahli Muda Lingkungan Hidup DLH Kota Blitar Haryono mengungkapkan, memang keberadaan bank sampah belum merata.

Idealnya masing-masing RW memiliki satu unit bank sampah untuk menekan kuantitas sampah.

“Dalam RW ada beberapa RT. Minimal satu bank sampah cukup. Kalau enggak, ada satu RW dengan dua bank sampah. Mungkin ingin mendekatkan layanan pengurangan sampah, pilah-pilih sampah,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Blitar, kemarin (22/4).

Data DLH, dari total 199 RW ada sekira 99 RW yang belum terfasilitasi keberadaan bank sampah. Sedangkan 100 RW di antaranya sudah memiliki bank sampah dengan rincian 90 unit bank sampah aktif beroperasi.

Atas kekurangan itu, DLH menargetkan hingga 2025 mendatang seluruh RW sudah memiliki fasilitas pengolahan sampah secara mandiri tersebut.

Dinas juga menilai peran bank sampah efektif mengurai masalah persampahan di Kota Blitar.

“Targetnya sampai 2025 terlampaui semua. Kami ajak elemen masyarakat bisa sadar akan kewajibannya untuk mengurangi sampah. Mereka harus paham ilmu kelola sampah yang baik dan benar,” tuturnya.

Rata-rata produksi sampah mencapai 70 ton per hari. Ketika masuk tempat pembuangan akhir (TPA) jumlahnya menyusut menjadi 40 ton hingga 45 ton.

Sedangkan saat momen Lebaran kemarin, terjadi kenaikan produksi sampah sekira 10 persen hingga 15 persen.

Atas volume sampah tersebut, DLH akan mengoptimalkan bank sampah. Dinas juga tetap berkutat soal pengurangan sampah, melalui Gerakan Masyarakat Peduli Pilah-Pilih Sampah (Gempita).

Terkait timbunan sampah, kata dia, pihaknya menekan seminim mungkin agar sampah yang masuk ke TPA sudah residu.

“Dalam artian, sampah yang bernilai harus dipilah dan dipilih dari sumbernya, lalu disetor ke bank sampah,” tandasnya. (luk/ady)

Editor : Anggi Septian A.P.
#gerakan masyarakat #DLH #bank sampah #penyuluh ahli muda #gempita #Kota Blitar #rw #dinas lingkungan hidup