BLITAR - Pasar Templek yang lekat dengan jual beli model drive thru, alias pembeli di motor langsung beli di lapak, tahun ini perlahan memudar.
Meski sebagian titik di sepanjang Jalan Kacapiring masih ada beberapa pedagang, mereka bakal direlokasi ke lahan kosong sebelah timur pasar untuk mengurai kemacetan.
Pantauan Koran ini Rabu (24/4/2024) siang, area timur pasar itu sudah bersih. Tidak ada kios-kios semipermanen yang sebelumnya jadi lokasi jualan para pedagang.
Bekas kios sudah mulai digusur sejak akhir Februari lalu. Pedagang direlokasi ke lapak baru Pasar Templek usai pembangunan tahap kedua rampung.
"Dulu saat beli memang berhenti, tidak turun dari motor. Pembeli yang lain juga sama. Tapi sekarang pedagangnya masuk, ya semoga lalu lintas tambah lancar," ujar seorang pengunjung, Sofia, warga Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo.
Sementara itu, ada sebagian pedagang yang masih betah berjualan di sepanjang Jalan Kacapiring. Mereka rencananya akan direlokasi ke lahan kosong tersebut. Kendati menyambut baik, pedagang meminta lahan relokasi yang disediakan pemerintah strategis.
"Kalau pindah, asalkan tempatnya nyaman. Kami perlu itu supaya pedagang enak ke lapak. Kami juga kan harus babat lagi," tutur pedagang perempuan yang enggan menyebut namanya.
Terpisah, Kepala Pasar Templek, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Beri Fashol membenarkan bahwa lahan untuk merelokasi pedagang pasar tumpah mulai Jalan Anggrek hingga Jalan Kacapiring.
Banyak proses yang dilakukan dinas. Yakni, menyiapkan tempat serta musyawarah dengan paguyuban. Menurutnya, paguyuban sudah mengecek lokasi baru untuk berdagang itu.
"Kami sudah mengobrol dengan paguyuban pasar tumpah. Sudah lihat kondisi di lapangan, pembagiannya seperti apa. Dari paguyuban menentukan titik yang mau ditempati," jelasnya.
Adapun total terdapat 250 pedagang yang bakal dipindahkan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 160 pedagang di pasar tumpah. Menurutnya, lahan tersebut cukup untuk menampung seluruh pedagang.
"Yang dekat jalan, kami pakai parkiran agar pengunjung turun, parkir, dan jalan masuk. Kami hindari sistem drive thru. Parkir masuk di halaman pasar," tandasnya. (luk/c1/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila