Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Semakin Mudah Tanpa Perlu ke Perpustakaan, Desa Plosorejo Terus Tambah Pojok Baca Bagi Warga Blitar

Teguh Prasetyo • Jumat, 26 April 2024 | 03:00 WIB

 

JENDELA ILMU: Warga ketika berkunjung ke Perpustakaan Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan.
JENDELA ILMU: Warga ketika berkunjung ke Perpustakaan Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan.

BLITAR - Literasi di desa perlu dimasifkan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Dengan gemar membaca, maka akan menambah ilmu pengetahuan.

Dengan kondisi tersebut, Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, terus membuat pojok baca hingga mudah dijangkau warga.

“Di Desa Plosorejo ini ada sembilan pojok baca yang merupakan pengembangan perpustakaan desa,” kata Kepala Desa Plosorejo, Bejananto, Rabu (23/4/2024).

Dia mengaku titik-titik pojok baca ada di tempat wisata Kampung Coklat, pondok pesantren, taman kanak-kanak (TK), posyandu, serta lain-lain.

Dengan makin banyak pojok baca, layanan literasi akan mudah diakses warga setempat tanpa perlu ke perpustakaan desa.

Jika memang koleksi buku tidak ada di pojok baca, warga tetap bisa ke perpustakaan desa yang buka Senin sampai Jumat.

“Di Perpustakaan Samudra Pustaka (nama perpustakaan desa setempat) untuk pengembangan gedung sudah maksimal, maka perlu ada perluasan jangkauan dengan pojok baca,” ujar pria 58 tahun itu.

Dia menyatakan bahwa perpustakaan desa dirintis pada tahun 2019. Itu didasari karena ingin memenuhi kebutuhan baca anak-anak sekolah di desa.

Melihat potensi dan minat baca ada, kebutulan ada warga sarjana perpustakaan sehingga digandeng pihak desa.

Lambat laun, perkembangan semakin membaik dari koleksi buku maupun sarana prasarana. Berbagai lomba pun pernah diraih di tingkat kabupaten, regional, hingga nasional.

Baca Juga: Tokoh Muda Kabupaten Blitar Ariya Dimas Saputra, Sosok Idaman Kriteria Bupati Kawula Muda

“Tahun 2021 meraih penghargaan perpustakaan desa/kelurahan terbaik tingkat nasional. Waktu itu masih pendemi Covid-19, jadi penilaian secara daring,” ungkapnya.

Dengan berbagai prestasi tersebut, dukungan dari pihak-pihak terkait terus mengalir. Bantuan buku dari perpustakaan nasional dan perpustakaan kabupaten pernah didapatkan.

Hingga kini, ada sekitar 3.000 koleksi buku dengan berbagai tema. Tentu tema-tema tersebut disesuaikan dengan kebutuhan warga desa.

“Jika rata-rata warga di sini (Desa Plosorejo) bertani, maka ada buku terkait pertanian,” tandas kades yang sudah menjabat  dua periode tersebut.

Dia juga membeberkan bahwa di perpustakaan desa ada kerajinan milik warga. Bilik UMKM tersebut dikelola BUMDes. Karya warga berupa tas, batik, dan kaus, yang memiliki nilai ekonomi tinggi. (apr/guh/c1/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#literasi #pojok baca #Kabupaten Blitar #membaca