Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karo Gelar Literasi, Transfomasi Ekonomi Keluarga Melalui Model Hidroponik

Teguh Prasetyo • Jumat, 26 April 2024 | 16:30 WIB
BEKAL ILMU: Pustakawan ahli utama UPT Perpustakaan Ploklamator Bung Karno meninjau langsung peserta
BEKAL ILMU: Pustakawan ahli utama UPT Perpustakaan Ploklamator Bung Karno meninjau langsung peserta

BLITAR - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Proklamator Bung Karno terus menggiatkan berbagai kegiatan literasi berbasis inklusi sosial.

Kali ini, giliran literasi hidroponik yang menjadi fokus utama, hal ini sebagai bentuk keseriusan perpustakaan nasional dalam mengembangkan ekonomi masyarakat secara inklusif.

Kegiatan yang digelar selama 3 hari ini mengundang narasumber Dianita Riski, yang merupakan pakar hidroponik.

Kegiatan literasi ini dibuka oleh Pustakawan Ahli Utama UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Dr. Hartono, S.S., M.Hum. Dia menegaskan, bahwa kegiatan literasi hidroponik ini merupakan upaya perpustakaan dalam memberikan pengetahuan wawasan, keahlian, sekaligus implementasi untuk mengembangkan kemandirian ekonomi.

“Melalui literasi hidroponik ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi keluarga para peserta, juga ini terintegrasi oleh ide gagasan Bung Karno dalam kemandirian ekonomi” ungkapnya.

Sementara pakar hidronik, Dianita Riski mendukung berbagai upaya yang dilakukan oleg UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno dalam mengembangkan budi daya pertanian model hidroponik.

Tak hanya itu, dirinya bersama farm-nya akan memberikan dukungan serta akan dampak positif untuk pengembangan pertanian hidropik ke depannya.

“Dimulai dari langkah petani hidroponik pemula, praktek pembuatan instalasi, proses penyemaian, hingga pasca-panen. harapannya dapat menjadikan peserta mengimplementasikan untuk  berwirausaha melalui hidroponik,” terangnya.

Koordinator Pelayanan Informasi dan Kerjasama UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Hery Purwanto mengatakan, kedepannya literasi ini terus dikembangkan untuk memberikan paradigma baru dalam pengembangan perpustakaan yang tidak hanya baca dan tulis.

“Perpustakaan sudah bertransformasi untuk memberikan ruang pengetahuan, keterampilan, keahlian dan mengimplementasikan pada masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui literasi seperti ini,” terangnya.

Praktisi hidroponik, Maisyaroh mengaku, mendapatkan wawasan baru dalam mengembangkan pertanian secara hidroponik. Pada hari pertama materi yang dibawakan oleh Kea farm adalah materi dasar petani hidroponik untuk pemula.

Baca Juga: UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Gelar Literasi Beauty Class, Wujudkan Make-Up Artist Internasional Dari Blitar

“Bagaimana cara berbudidaya tanaman dengan media air ini harus runtut dari proses semai, pindah media, perawatan hingga panen dan pasca panen. SOP yang diberlakukan di setiap farm juga berbeda beda” ungkapnya.

Selanjutnya pada hari kedua peserta diajak untuk mempraktekkan secara langsung pembuatan instalasi yang menggunakan metode DFT (Deep Flow Technique) dimana instalasi dibuat bertingkat dengan tujuan untuk memberikan sirkulasi dan pendistribusian nutrisi secara merata.

Pada hari terakhir peserta mendapatkan pelatihan teknik dan cara menyemai, pindah tanam, pengecekan nutrisi hingga panen dan marketing untuk penjualan.

Salah satu peserta literasi hidroponik Heni Setyowati mengaku senang dengan kegiatan literasi ini, karena benar-benar mendapatkan informasi dan wawasan baru dan sangat bermanfaat khususnya bagi para ibu rumah tangga dalam berpartisipasi mensejahterakan ekonomi keluarga.

“Sangat antusias, ini sangat bermanfaat untuk membantu ekonomi keluarga. Lewat hidronik bisa menjadi rujukan bagi pemuda untuk mengembangkan pertanian di Indonesia,” bebernya. (guh/ady).

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Perpustakaan Proklamator Bung Karno #literasi #hidroponik #blitar