BLITAR - Puluhan kambing di Bumi Pentaran secara tiba-tiba ditemukan tidak bisa berdiri. Belum diketahui jelas penyebab kondisi tersebut. Namun, diduga kuat karena fenomena El Nino beberapa bulan lalu.
"Kalau sapi lebih mudah, bisa dilihat gejala lain di mulut, hidung, dan kakinya. Sedangkan kambing belum jelas penyebabnya, itu bisa karena tracak (kuku, Red) yang berlubang," ujar drh Riris Dian We Wahyu.
Selama beberapa bulan terakhir, Riris mengaku menemukan beberapa domba yang mengalami gejala susah berdiri. Jumlahnya tidak terlalu banyak, yakni sekitar 20 ekor.
Dari sekian kasus yang dia tangani, mayoritas dialami oleh kambing yang hamil dua bulan atau lebih. Saat momen itu kambing memang rentan terserang penyakin dan mudah strees.
Dia menduga, penyebab kondisi ini ialah El Nino yang berkepanjangan dan kondisi kandang yang kurang bersih. Kondisi siang yang panas dan malam yang dingin berdampak serius pada kesehatan ternak.
"Kalau sudah stress, daya tahan tubuh turun dan menyebabkan mudah sakit. Selain itu efek ini juga mempengaruhi nafsu makan. Jika nafsu makan berkurang maka nutrisi juga berkurang. Padahal ketika hamil itu, nutrisi terbagi menjadi dua," ujarnya.
Dalam beberapa kasus, Riris juga menemukan kondisi kambing yang menderita penyakit kulit seperti gat-gatal.Biasanya kambing cenderung menggigit lokasi yang gatal. Pada kondisi yang parah, lokasi gatal ini juga menjadi sarang belatung. Sehingga ternak merasa kesusahan dalam berdiri.
"Kebanyakan peternak itu tidak tahu kondisi ternaknya. Makanya perlu pengecekan rutin kondisi ternak," jelasnya.
Dia mengungkapkan bahwa kebersihan kandang juga penting. Dengan menjaga kebersihan kadang, dimungkinkan ternak menjadi lebih sehat.
Tidak hanya itu, pemberian obat cacing juga harus dilakukan untuk menjaga kesehatan hewan. "Obat cacing itu harus diberikan setidaknya 3 bulan sekali. Soalnya ini untuk memepertahankan kondisi tubuh hewan ternak. Obat cacing itu penting banget," ungkapnya. (mg2/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila