BLITAR - Ratusan calon jemaah haji (CJH) Bumi Bung Karno akan memulai perjalanan ibadah ke Tanah Suci, Makkah, pada Mei mendatang. Semangat pun ditunjukkan oleh seorang CJH lanjut usia (lansia) yakni Samsijah, warga Jalan Veteran, Kelurahan/Kecamatan Kepanjenkidul.
Kerutan di kulit serta langkah kaki yang tak lagi gesit tidak memupus niat Samsijah menunaikan kewajiban ibadah. Sebagai seorang muslim, tentu dirinya sangat berhasrat untuk melaksanakan ibadah haji.
Kendati tak lagi muda, Samsijah masih tampak antusias mengikuti pembekalan seputar kesiapan berangkat haji dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Blitar.
Perempuan berusia 90 tahun ini merupakan salah satu dari tiga lansia yang berangkat pada musim haji Mei mendatang. Kepastian ini didapat setelah Samsijah dengan lega mengetahui namanya tercantum pada daftar jemaah yang berhak berangkat ke Makkah. Tanpa malu-malu, dia menunjukkan mimik wajah lega. Keinginannya memunajatkan doa sembari menatap Kakbah bisa segera terwujud.
Kegirangannya dalam balutan sikap santun, dia ungkapkan seusai mengikuti manasik haji di Balai Kota Kusuma Wicitra pada Kamis (25/4) lalu.
"Alhamdulillah, suatu syukur yang tidak terhingga. Semoga ibadah nanti khusyuk, bisa kembali ke Blitar dengan selamat," ujarnya kepada Koran ini.
Sama seperti lansia pada umumnya, Samsijah sehari-hari masih aktif menjalani rutinitas di rumah. Selain itu, dia tiap pagi menyiapkan keperluan sekolah dan mengantar sang cucu ke sekolah. Anak yang masih duduk di bangku kelas IV itu dia rawat lantaran orang tua yang sudah meninggal dunia.
Dihadapkan pada aktivitas tersebut, dia tak meninggalkan kewajibannya beribadah, mencurahkan doa kepada Sang khalik. Dia berharap semasa hidupnya masih ada kesempatan untuk bisa menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
"Sebagai umat muslim tentu kepengin pergi ke sana. Walaupun saya sudah usia segini, ada haru dan syukur bisa ke sana," papar perempuan yang mengenakan hijab putih sepanjang pinggang ini.
Samsijah merupakan pendaftar haji tahun 2018. Statusnya sebagai lansia membuat Samsijah mendapat hak istimewa. Yakni, hanya perlu menunggu keberangkatan selama 5-6 tahun. Ini berbeda dengan jemaah haji nonlansia yang rata-rata masa tunggunya mencapai 35 tahun lamanya.
Baca Juga: Masyarakat Blitar Harus Antre 30 Tahun untuk Bisa Berangkat Haji ke Arab Saudi
Kemantapan hati untuk berhaji sejatinya sudah menguat jauh sebelum dia mendaftar. Semasa sang suami hidup, Sjamsiah mengurungkan niatnya tersebut. Apalagi, mendiang suami meminta agar tidak ditinggal pergi.
"Mulai ingin itu saat bapak masih hidup, tetapi memang tidak dibolehkan. Katanya, ‘saya sakit kok ditinggal’. Saya memaklumi karena almarhum dulu gak mau ditinggal," kenangnya menirukan ucapan mendiang sang suami.
Seluruh biaya pendaftaran sudah dia bayar sesuai ketentuan. Dia kini tinggal fokus pada kesiapan jelang bertolak ke Surabaya, lalu ke Makkah pada akhir Mei nanti.
Saat disinggung soal persiapan yang dilakukan, Samsijah hanya tersenyum lalu menjawab sederhana. "Tidak ada, hanya melakukan apa-apa seperti biasa," imbuhnya.
Keluarga, kata dia, berpesan agar menjelang berangkat terus menjaga kesehatan. Baik jasmani maupun rohani. Samsijah pun berharap ibadahnya bersama 173 calon jemaah haji Kota Blitar lainnya berlangsung khusyuk. "Doanya, semoga pergi dan pulang ke Blitar selamat. Pasti ingin berdoa di sana, doa terbaik saya," tandasnya. (*/c1/sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila