Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Rencana Relokasi Pasar Tumpah di Pasar Templek Kota Blitar, Pedagang Minta Hal Ini, Disperindag Beri Tanggapan

M. Luki Azhari • Senin, 29 April 2024 | 19:30 WIB

 

PENGUNGKIT EKONOMI: Bangunan Pasar Templek anyar yang makin representative. Pedagang disarankan tidak lagi membeli dengan drive thru.
PENGUNGKIT EKONOMI: Bangunan Pasar Templek anyar yang makin representative. Pedagang disarankan tidak lagi membeli dengan drive thru.

BLITAR - Ratusan pedagang yang berjualan di Jalan Anggrek dan pasar tumpah rencananya bakal direlokasi ke lahan kosong sebelah timur Pasar Templek tahun ini. Wacana tersebut menuai respons tegas sejumlah pedagang di dalam area Pasar Templek.

Seorang pedagang, Ani mengatakan relokasi tersebut membuat seluruh pedagang berkumpul. Artinya, masyarakat tidak lagi berpencar dan ekonomi di pasar berpeluang merata. Namun, dia berharap agar jam aktivitas pasar tumpah bisa dikondisikan.

"Pasti senang karena pedagang berkumpul. Harusnya memang begitu. Tapi supaya tidak ada ketimpangan penjualan, jam buka harus diatur," ujarnya, Minggu(28/4/2024).

Dia menilai, umumnya pembeli lebih suka membeli di lapak yang mudah dijangkau. Apalagi imej Pasar Templek sebelumnya drive thru.

Jam aktivitas pasar tumpah harus dikondisikan agar perputaran ekonomi pedagang di dalam pasar maupun di sisi timur pasar merata.

"Biar sama-sama enaknya, ini hanya saran saja. Supaya pasarnya lebih hidup lagi. Daya beli merata. Tapi sebenarnya sudah terbantu dengan pembagian. Ada lapak buah sendiri, daging, dan sayur sendiri," tuturnya.

Menanggapi ini, Kepala Pasar Templek dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Beri Fashol mengaku sudah membahas persoalan tersebut. Aspirasi itu dibahas bersama paguyuban pedagang Pasar Templek yang ada di dalam bangunan.

Menurutnya, sudah ada hasil dari musyawarah itu. Pedagang setuju jika pedagang di pasar tumpah bertempat di lahan kosong sisi timur dan halaman Pasar Templek. Ada sebanyak 250 pedagang.

"Tapi dengan catatan, batas-batas waktu buka tutup harus ditentukan. Kami nanti akan batasi," jelasnya.

Beri menambahkan, pasar beraktivitas di atas pukul 12.00 sampai 07.00. Pihaknya menegaskan pembeli tidak diizinkan mebeli dengan metode drive thru. Pembeli harus memarkirkan kendaraan, lalu masuk ke pasar.

Baca Juga: Karena Hal Ini, Relokasi Sementara Revitalisasi Pasar Ikan Hias di Blitar Gunakan Biaya Mandiri Pedagang

"Harapannya jadi pasar representatif, nyaman, dan pedagang semuanya bisa jadi satu, masuk di pasar, berkumpul di pasar semua," tandasnya. (luk/sub)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#relokasi #pasar tumpah #pedagang #Kota Blitar #pasar templek