Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ratusan Perenang di Blitar Ramaikan Kejurkab, Bupati: Bangun Karakter Disiplin dan Sportivitas dengan Berolahraga

Agus Muhaimin • Senin, 29 April 2024 | 23:00 WIB

 

BEREBUT TEMPAT: Para peserta dan pemenang kejuaraan renang se-Blitar Raya berfoto bersama Bupati Rini Syarifah kemarin (28/4).
BEREBUT TEMPAT: Para peserta dan pemenang kejuaraan renang se-Blitar Raya berfoto bersama Bupati Rini Syarifah kemarin (28/4).

BLITAR - Ratusan perenang di Blitar memadati kolam renang Lovina di Desa Bajang, Kecamatan Talun, dalam dua hari terakhir.

Mereka memperebutkan tropi dan uang pembinaan pada kejuaran renang antar klub se-Blitar Raya tersebut.

Event lokal ini sekaligus menjadi persiapan menghadapi pekan olahraga daerah (popda) dan Kejurprov Jatim 2024.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Blitar Anindya Putra Robertus mengatakan, kejuaraan renang antar klub se-Blitar Raya ini merupakan sarana untuk mengasah minat dan bakat di bidang olahraga renang.

Diinisiasi Pemkab Blitar dan Akuatik Kabupaten Blitar, kejuaraan tersebut adalah event renang pertama yang di Blitar Raya.

Photo
Photo

“Antusiasme perenang Blitar Raya sangat baik, ada sekitar 12 klub dan 237 perenang ikut kejuaraan dan memperebutkan piala bupati ini,” katanya.

Anidya, sapaan akrabanya, mengungkapkan gelaran olahraga ini tidak hanya sekedar sarana mencari bibit unggul olahraga renang.

Sebaliknya, kejuaraan tersebut juga sarana untuk persiapan jelang Popda Jatim bakal digelar November mendatang. “Event terdekat adalah Kejurprov Jatim pada Mei nanti,” terangnya.

Dia menambahkan, event ini memang tidak melibatkan KONI Kabupaten Blitar. Sebaliknya, pemkab  menggandeng Akuatik Indonesia atau yang dulu disebut Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI).

“Cabang olahraga renang memang ada, tapi ini dalam rangka pembinaan bibit renang. Kalau KONI itu yang dibina adalah atlet,” tuturnya.

Baca Juga: Bisnis PlayStation di Blitar Raih Omzet Jutaan di Hari Libur, Masih Potensi Walau Kurang Eksis

Ada 4 gaya yang dilombakan dalam kejuaraan ini. Yakni, gaya bebas, gaya punggung, gaya kupu-kupu dan gaya dada. Peserta kejuaraan ini juga dibatasi, yakni usia 6 sampai 17 tahun.

Di lokasi sama, Bupati Rini Syarifah mengungkapkan bahwa aktivitas berenang sudah berkembang sejak zaman Yunani dan Romawi kuno. Bahkan, di sekolah samurai Jepang menjadikan renang sebagai salah satu mata pelajaran wajib.

“Saya ucapkan selamat kepada yang membawa pulang medali. Bagi yang belum juara jangan putus asa, tetap semangat dan giat berlatih,” katanya.

Mak Rini, sapaanya, menambahkan olahraga juga membangun karakter disiplin, sportivitas, memperkokoh jiwa patriotisme serta nasionalisme.

Untuk itu pihaknya berpesan agar seluruh peserta bertanding dengan baik dan senantiasa menjunjung tinggi sportivitas. “Raih prestasi dengan kejujuran dan kemampuan diri,” katanya.

Sejalan dengan hal itu, bupati juga event-event sejenis rutin digelar di Kabupaten Blitar. Sebab olahraga menjadi salah satu sarana yang bisa digunakan untuk mengangkat nama Bumi Penataran di tingkat regional hingga internasional.

“Olahraga juga memiliki peluang ekonomi yang besar. Artinya, bisa mendongkrak ekonomi masyarakat, UMKM dan pelaku bisnis lainnya,” tandasnya. (hai/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#perenang #Kabupaten Blitar #Bupati Rini Syarifah #Event lokal #Pekan Olahraga Daerah