BLITAR - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Blitar menyebut stok darah saat ini mulai menipis karena terkuras untuk penanganan wabah demam berdarah dengue (DBD).
Humas PMI Kota Blitar, Kadianto mengatakan, stok darah di UTD PMI Kota Blitar hingga Selasa (3/5) tak lebih dari 200 kantong.
Guna antisipasi stok kantong darah habis, PMI Blitar mempersiapkan layanan jemput bola.
Kantong darah tersebut akan di distribusikan ke rumah sakit dan layanan kesehatan di lingkungan Kota Blitar.
“Kini paling sedikit golongan A, sisa 6 kantong saja. Stok terbanyak di golongan B sejumlah 67 kantong. Kini darah yang paling dibutuhkan jenis trombosit, kan lagi musim DBD,” tuturnya.
Antusiasme warga Blitar dalam donor darah di UTD PMI Kota Blitar cukup tinggi. Setidaknya 5 hingga 10 orang per hari melakukan donor darah.
Selain datang langsung ke PMI Kota Blitar, pihak PMI juga memfasilitasi komunitas yang ingin mengadakan donor darah di lingkungannya bisa langsung menghubungi bagian PMI Blitar.
“Minggu besok ada donor darah di dua tempat selain di kantor sini. Yaitu di paguyuban alumni SMPN 1 Blitar dan di SMPN 1 Srengat yang merupakan kegiatan rutin setiap 2 bulan sekali,” jelasnya.
Berdasarkan data, stok darah per Selasa (3/5) produk whole blood (WB) golongan darah A sebanyak 12 buah, 6 kantong golongan B, 9 kantong golongan darah O, dan 2 kantong AB.
Kemudian, packed red cells (PRC) golongan darah A sejumlah 6 kantong, 67 kantong golongan darah B, 29 kantong golongan O, dan 8 kantong AB 8. Sementara produk TC hanya tersisa golongan darah O sejumlah 4 kantong. (mg1/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila