BLITAR - Sebagian wilayah di Kabupaten Blitar kini sudah mulai panen padi. Pemkab Blitar minta Bulog proaktif dan menampung hasil panen petani tersebut. Tujuannya agar tidak ada kekurangan stok beras lokal seperti yang terjadi tahun lalu.
Berdasarkan pantauan Koran ini, beberapa lahan produktif di Kecamatan Garum dan Nglegok kini sudah mulai panen. Beberapa wilayah lain dimungkinkan juga bakal mengalami momen yang sama.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar, Hikma Wahyudi, memperkirakan hasil tanaman padi tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya. Itu karena musim tanam padi 2023 molor hingga awal 2024 dipicu fenomena El Nino 2023 lalu.
“Melihat karakteristik tanah di kabupaten, saya kira setelah panen padi ini beberapa masyakarat akan kembali menanam padi. Jadi, saya kira tahun ini menjadi panen terluas sepanjang tahun.
Di musim tanam kedua ini masih ada masyarakat menanam padi. Bahkan, luasan tanam padi saya kira akan sama dengan musim tanam pertama,” jelasnya.
Dia menjelaskan, hal ini karena diprediksi masih sering hujan pada triwulan kedua tahun ini. Kendati demikian, pihaknya mengimbau tidak semua petani menanam padi. Terutama di daerah-daerah tidak memiliki irigasi teknis.
Ada daerah-daerah tertentu dimungkinkan tetap menanam padi. Seperti di Kecamatan Wlingi, Selopuro, dan Gandusari. Alasannya, sumber air di daerah tersebut masih banyak dan mencukupi kebutuhan untuk menanam padi.
“Soalnya musim penghujan mengalami kemunduran. Seharusnya November kemarin hujan, baru hujan di akhir Januari sampai Februari. Jadi, petani juga mundur tanamnya. Bahkan nanti kita akan panen besar di bulan Mei,” jelasnya.
Dia berharap panen tahun ini akan lebih baik dari sebelumnya. Tujuanya agar kelangkaan beras di tahun lalu tidak terulang kembali di tahun ini.
Dengan adanya panen serentak ini, DKPP berharap pihak Bulog bisa berperan dalam menampung gabah dari masyarakat.
“Itu perlu. Bulog harus bisa menampung panenan petani. Mumpung kita lagi musim panen raya,” ujarnya.
Menurut dia, langkah ini penting sebagai bentuk antisipasi jika akhir tahun nanti luasan area tanam padi berkurang.
“Nanti, jika kita mengalami defisit beras seperti tahun lalu, kita ada stok. Kini dengan jumlah panen gabah selama dua musim, cadangan pangan kita itu surplus besar,” jelasnya. (mg2/c1/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila