BLITAR - Jumlah penduduk Kota Blitar yang terus meningkat harus menjadi perhatian. Khususnya terkait pengelolaan sampah. Pasalnya, semakin banyak penduduk, otomatis membuat produksi sampah juga naik drastis.
Diketahui, rata-rata produksi sampah di Bumi Bung Karno mencapai 70 ton per hari. Ketika masuk tempat pembuangan akhir (TPA), volumenya menyusut menjadi 40 ton hingga 45 ton.
Pengurangan volume sampah itu terjadi lantaran sampah telah tereduksi sekitar 15 persen setelah sebagian masuk di bank sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar Jajuk Indihartati mengatakan, peningkatan jumlah penduduk berbanding lurus dengan peningkatan volume sampah. Artinya, sampah yang dihasilkan oleh masyarakat juga semakin meningkat.
”Ini akan menjadi beban pemerintah dalam mengelola sampah di TPA (tempat pengolahan sampah akhir),” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Blitar.
Hal tersebut, kata Jajuk, menjadi pekerjaan rumah (PR) yang terus dituntaskan. Pengelolaan sampah harus ditingkatkan demi terciptanya lingkungan kota yang bersih dan nyaman.
”Maka itu, kemandirian masyarakat dalam mengelola sampah mandiri terus kami dorong. Tidak semua ditangani oleh pemerintah daerah. Masyarakat juga turut andil menjaga lingkungan,” kata perempuan berjilbab ini.
DLH memang sedang gencar mengoptimalkan bank sampah, di samping menggalakkan Gerakan Masyarakat Peduli Pilah-pilih Sampah (Gempita). Melalui gerakan tersebut, jumlah sampah yang masuk ke TPA bisa diminimalisasi.
Di samping masalah sampah, DLH juga punya PR lain yakni reboisasi alias penghijauan. Penghijaun itu dilakukan pada taman-taman kota dan tepi jalan. Selain itu juga di beberapa titik dampak alih fungsi lahan yang mengharuskan pohon ditebang.
”Karena itu, kita harus memberikan kontribusi pada bumi kita ini. Ketika kita menebang satu pohon, maka 10 pohon harus ditanam,” tegasnya.
Penghijauan tersebut, jelas Jajuk, terus dilakukan secara bertahap setiap tahunnya. Tahun lalu dilakukan di sejumlah tepi ruas jalan perkotaan.
DLH menanam pohon baru yang tidak sekadar menambah kesejukan, tetapi juga memperindah pemandangan. Salah satunya, menanam pohon tabebuya. (sub/c1/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila